Depresi Penyebab Napi Narkoba Padang Sidempuan Gantung Diri

Depresi dan stres, menjadi faktor paling utama narapida di Lapas Kelas 1 Padang Sidempuan tersebut nekat bunuh diri.

246
tahanan gantung diri
Jasad korban saat ditemukan dalam kondisi tergantung. (Foto : Polres Padang Sidempuan).

Kitakini.news – Kasus narapidana gantung diri di Lapas Kelas 1 Padang Sidempuan, pada Selasa (17/9/2019) lalu, mendapat tanggapan dari Kriminolog Dr Redyanto Sidi. Dia mengatakan, kuat dugaan korban nekat bunuh diri dikarenakan depresi dan stres yang dialaminya.

“Kuat dugaan kita depresi dan stres yang dialami korban. Sehingga ia nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri,” demikian Dr Redyanto Sidi lewat sambungan telepon selulernya, Kamis (19/9/2019).

Diterangkannya, bukan hanya depresi dan stres yang dialami korban hingga nekat gantung diri. Namun, persoalan-persoalan yang datang dari luar dimungkinkan menambah beban pikiran.

“Jadi, ketika seorang narapidana berada di dalam rumah tahanan tingkat depresi dan stres cukup tinggi. Ditambah lagi, persoalan-persoalan yang datang dari luar. Sehingga beban berat dan sikap nekat bisa datang kapan saja. Maka, ia dengan mudah memutuskan untuk bunuh diri,” terangnya.

Ditanya mengenai, korban gantung diri juga ditenggarai karena istrinya meminta cerai. Dr Redyanto Sidi menuturkan, tentu persoalan tersebut menjadi faktor utama untuk memutuskan ia mengakhiri hidup dengan gantung diri.

“Sang istri belum siap menerima keadaan, bahwa suami mendekam di balik jeruji besi. Akhirnya ia berbalik arah, memilih untuk sendiri, timbang mempertahankan batera rumah tangga. Faktor itu lah, yang menguatkan untuk mengambil tindakan mengakhiri hidup dengan tragis gantung diri,” tuturnya.

Baca Juga : 5 Kasus Perempuan-Perempuan Cantik Pelaku Kriminal di Indonesia

Terkait Kasus Narapidana Gantung Diri, Para Narapidana Disarankan Untuk Mengikuti Kegiatan Rohani

Dengan demikian, Dr Redyanto Sidi menyarankan kepada narapidana di dalam lapas yang ada Sumatera Utara untuk lebih serius mengikuti binaan-binaan rohani di penjara itu sendiri.

“Saat berada di dalam lapas, narapidana lebih meningkatkan keseriusan dalam mengikuti binaan rohani. Tujuannya, agar dirinya dibekali dengan iman yang kuat. Sehingga saat berada di dalam dan sudah bebas bisa menjadi orang lebih baik lagi,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang narapidana gantung diri di Lapas Kelas 1 Padang Sidempuan, nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri, Selasa (17/9/2019).

Korban diketahui YH (38). Tahanan kasus narkotika golongan 1 yang menghuni blok A kamar 3 ini, ditemukan meregang nyawa di dalam gudang Mesjid Lapas.

Baca Juga : Cinta Berubah Benci, Karena Suami Isteri Kehilangan ‘Thoba’ dan Keadilan

Jasadnya pertama kali ditemukan Budi Martua Harahap (47), napi kasus Narkotika penghuni blok A kamar 15. Karena dari pemeriksaan pihak kepolisian Polres Padang Sidempuan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, kemudian jenazah diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan.

Kontributor : Rahmat Hidayat
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here