Ombak Tinggi Disertai Cuaca Buruk, Ratusan Nelayan Tidak Melaut

Cuaca buruk seperti hujan deras dan ombak tinggi mencapai 6 meter menyebabkan para nelayan di Belawan tidak melaut, selain itu, kabut asap yang mulai masuk ke perairan Belawan juga menjadi alasan lainnya.

256
nelayan tidak melaut
Ratusan kapal ikan nelayan di Jalan Young Pana Hijau yang terparkir tidak melaut karena ombak tinggi dan asap kabut menyelimuti perairan Belawan, Jumat (20/9/2019). (foto : kitakini.news/rahmad hidayat.

Kitakini.news – Ombak tinggi disertai cuaca buruk yang belakangan terjadi membuat ratusan kapal ikan nelayan tidak melaut, Jumat (20/9/2019). Selain karena ombak yang diperkirakan mencapai 6 meter serta guyuran hujan di malam hingga pagi juga dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap keselamatan jiwa nelayan.

Zainal (45) nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudra Gabion Belawan (PPSB) mengungkapkan, akibat ombak tinggi dan cuaca buruk ia terpaksa tidak melaut.

“Sudah dua hari Saya tidak melaut. Hal itu dikarenakan situasi gelombang yang mencapai tinggi 3 hingga 6 meter dan hujan deras disertai petir terus-menerus,” ungkap Zainal saat berbincang dengan Kitakini News.

Hal yang sama dikatakan nelayan lainnya, Yusuf (45) warga Jalan Young Pana Hijau, Medan Marelan. Yusuf mengungkapkan kondisi ombak yang relatif tinggi di atas dua meter sebenarnya bisa diarungi nelayan. Namun karena terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap, menimbulkan kekhawatiran bagi nelayan. Sebab, hal itu berpotensi terjadinya tabrakan antar kapal yang sedang berlayar.

“Kalau masalah ombak, nelayan masih bisa menyiasatinya di siang hari. Namun kalau keterbatasan jarak pandang, itu yang dikhawatirkan nelayan. Karena takut terjadi tabrakan dengan sesama kapal ikan maupun kapal niaga atau tanker yang sedang berlayar,” ujar Yusuf.

Berkaitan dengan itu, Pedagang Ikan, Syamsul Bahri Nasution mengaku sebagian besar nelayan tidak melaut karena tingginya gelombang ombak dan terhalang jarak pandang.

Baca Juga : Kabut Asap Mulai Selimuti Perairan Belawan, Jarak Pandang 2 Kilometer

“Kemarin, sejumlah nelayan yang sudah berangkat melaut kembali ke pangkalan, karena tingginya ombak dan jarak pandang hanya 20 meter,” ujar Syamsul.

Nelayan Tidak Melaut, ANSM Minta PSDKP Perhatikan Nasib Nelayan

Menanggapi hal tersebut, Ketua Aliansi Nelayan Selat Malaka (ANSM) Sumatera Utara, Abdul Rahman mengaku sangat perihatin dengan tidak melautnya para nelayan. Hal itu tidak hanya disebabkan oleh ombak tinggi, namun juga kabut asap Karhutla dari Riau yang telah menyelimuti perairan Belawan.

“Kita tentu sangat prihatin dengan kondisi ini. Karena dengan tidak melautnya para nelayan berdampak dengan mata pencarianya untuk menafkahi keluarga,” ungkap Abdul Rahman yang juga menjabat sebagai Bendahara Himpunan Pedagang Ikan Gabion Belawan (Hipigab) itu.

Abdul Rahman meminta kepada Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Belawan untuk memperhatikan nasib para nelayan yang enggan melaut karena cuaca buruk dan kabut asap.

Baca Juga : Miris, Ingin Mencari Kehidupan Lebih Baik, Ibu dan Anak Pencari Suaka ini Tewas di Sungai

“Dalam hal ini, kita minta pemerintah terkait untuk memperhatikan kondisi nelayan. Mereka tidak melaut bukan karena keinginannya. Namun, ombak tinggi dan asap kabut kebakaran hutan Riau telah menyelimuti, membuat khawatir untuk pergi melaut,” tandas Ketua Karang Taruna Kecamatan Belawan.

Reporter : Rahmad hidayat
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here