Ahli Waris Klaim Kepemilikan Gedung Warenhuis di Medan

Pihak ahli waris berujar bukti surat kepemilikan tanah dan bangunan itu semuanya berlegalitas. Surat kepemilikannya pun masih ada pada zaman Belanda.

3167
gedung warenhuis
Laksamana Adiyaksa mewakili Kantor Kuasa Hukum DPP Apindo Sumut menunjukkan bukti silsilah ahli waris. (Foto : Syahrial Siregar).

Kitakini.news – Gedung supermarket pertama di Kota Medan yang diberinama Medan Warenhuis yang berada di kawasan Kesawan, tepatnya di Jalan Ahmad Yani VII-Hindu, ternyata ada pemiliknya.

Secara sah dalam dokumen kepemilikan, gedung Warenhuis ternyata dikuasai PT Oscar Deli Of Medan Bioscope – ODB Medan.

“Pemilik gedung itu almarhum G. Dalip Singh Bath secara dokumen sah hukum,” kata Laksamana Adiyaksa mewakili Kantor Kuasa Hukum DPP Apindo Sumut, Jumat (20/9/2019) siang.

Namun, belakangan ini beredar kabar bahwa gedung itu diklaim milik aset Pemko Medan, yang akan dibangun menjadi Heritage di Kota Medan.

“Kabar itu tidak benar. Pemilik tanah dan bangunan gedung Warenhuis yang resmi ada pemiliknya. Dan pemiliknya keberatan atas pengklaiman Pemko Medan,” timpal Sekretaris DPP Apindo Sumut, Laksamana Adiyaksa, didampingi Wakil Sekretaris Ferry Iskandar dan Bendahara Martono Anggusti.

Menurutnya, bukti surat kepemilikan tanah dan bangunan itu semuanya berlegalitas. Surat kepemilikannya pun masih ada pada zaman Belanda. Dia bilang, akte surat tetanggal 13 Desember 1948 nomor 73 dan berbahasa Belanda dengan notaris dari Kantor Van C.J.J. Gottgens Notaris.

“Bahkan sisilah keluarga pemiliknya jelas. Saat ini, keturunan ahli warisnya masih ada. Memasuki generasi kedua berjumlah 8 orang. Tapi tidak berada di Medan, ahli warisnya ada di Jakarta dan Denmark,” ucap Laks.

Bukti lain kepemilikan tanah dan bangunan Warenhuis oleh ahli waris dibuktikan dengan pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) yang dikeluarkan Pemko Medan. “Terakhir pembayaran PBB oleh ahli waris pada tahun 2011. Buktinya pun kita ada lengkapi,” sebut Martono Anggusti.

Laks menambahkan, Pemko Medan harusnya tidak menghilang jejak kepemilikan Warenhuis. Dan juga Pemko Medan tidak menganggap ahli warisnya masih ada saat ini.

Baca Juga : Dinkes Belum Bagikan Masker Terkait Kabut Asap di Karo : Masih Batas Normal

“Ini bentuk penzoliman yang ditunjukan Pemko Medan kepada masyarakatnya. Dengan melakukan pengambilan hak masyarakat. Ini tidak boleh dibiarkan,” tandasnya.

Ahli Waris Dukung Gedung Warenhuis Jadi Heritage Kota Medan

Terkait wacana Pemko Medan yang ingin menjadikan Warenhuis sebagai Heritage Kota Medan, Laks menyebutkan, pihak ahli waris mendukung wacana pemerintah. “Ahli waris pasti mendukung program pemerintah. Tapi, harusnya Pemko Medan mengkomunikasikan dulu sama pihak ahli waris,” sebut Laks.

Malahan, katanya, pihak ahli waris yang beberapa waktu yang lalu mendatangi Pemko Medan, namun itikad itu tidak digubris dan direspon oleh pemerintah terkait.

Bahkan, pihak ahli waris atasnama Maya Seminole Pulungan selaku putri alm. G. Dalip Singh Bath dan juga ahli waris PT Oscar Deli Of Medan Bioscope – ODB Medan melayangkan surat keberatan kepada BPN Sumut dan telah ditanggapi dengan keluarnya surat BPN Sumut tertanggal 21 Maret 2018 yang ditujukan ke BPN Medan yang intinya meminta blokir permohonan sertifikat yang sedang proses atas tanah dan bangunan tersebut.

Adapun luasan tanah dalam sertifikat yang dimiliki ahli waris sebesar 6000 meter dengan luas bangunan 2000 meter.

Oleh kuasa hukum ahli waris mengingatkan, Pemko Medan untuk membuktikan legalitas pengklaiman Warenhuis. “Pihak ahli waris dalam persoalan ini mengutamakan jalan musyawarah. Tapi, jika tidak mendapatkan tanggapan atau respon oleh Pemko Medan, maka kami (kuasa hukum) akan membawanya ke jalur hukum dengan mempidanakannya sesuai Undang-undang yang berlaku,” ucap Laks ditimpali Martono.

Baca Juga : Rapat Koordinasi Karhutla : Perusahaan Sengaja Bakar Hutan akan Diproses

Kantor Hukum Apindo Sumut sekali lagi mengingatkan publik bahwa tanah dan bangunan Warenhuis bukan tak bertuan. “Kita tegaskan pemilik ahli warisnya yang sah ada,” pungkasnya.

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

1 KOMENTAR

  1. Semua sudah tidak tau, karena belum lahir di jaman itu, cuma kalau benar sih tidak masalah, banyak yg pintar nya orang medan ,banyak yg tau mengenai sejarah, cuma ngak pada perduli, tau nya orang medan itu dulu nya supermarket, dan bisa lurus ada jembatan yg sudah di tutup ke arah lapangan benteng. , banyak yg tau sejarah cuma malas. Pihak pemerintah harus bijak, salah sedikit habis icon kota medan ke orang yg salah,

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here