Mantan Camat Galang Ditangkap Kasus Korupsi Pembangunan Gardu PLN

Mantan Camat Galang Hadisyam Hamzah ditangkap terkait kasus korupsi pengadaan lahan seluas 12.330 M2, untuk proyek pembangunan gardu induk PT PLN yang merugikan senilai Rp 230.690.000.

138
mantan camat galang
Mantan Camat Galang Hadisyam Hamzah (baju putih) saat diamankan. (Imam Efendi).

Kitakini.news – 4 tahun buron, mantan Camat Galang Hadisyam Hamzah yang merupakan buronan Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang kasus korupsi proyek pembangunan gardu induk PT PLN ditangkap.

Hadisyam ditangkap tim gabungan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang, Jumat (20/9/2019) malam, di Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.

Hadisyam sendiri ditangkap terkait kasus korupsi pengadaan lahan seluas 12.330 M2, untuk proyek pembangunan gardu induk PT PLN Pikitring, 275/150 KV, yang merugikan negara senilai Rp 230.690.000, periode 2008-2009 lalu.

Pria yang berumur 46 tahun ini, tidak berkutik ketika diringkus petugas di kediamannya, Jalan Mesjid, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam.

Informasi dihimpun, ditangkapnya Hasyidam Hamzah, berdasarkan putusan No.334 K/Pid.Sus/2014, dari Mahkamah Agung yang menetapkan dirinya sebagai terpidana kasus korupsi Proyek pembangunan gardu induk PT PLN Prikiting dengan merugikan negara sebesar Rp230.690.000.

Dari putusan itu, terpidana Hasyidam Hamzah langsung melarikan diri dari kasusnya selama kurang lebih 4 tahun.

Kendati demikian, pelariannya pun usai, ketika Tim Intelijen Kejatisu yang dipimpin, Asintel Kejatisu, Andi Murji Machfud, bersama Tim Intelijen Kejari Deli Serdang, mengendus keberadaannya.

Baca Juga : Imam Nahrawi Tersangka, KPK Segera Memanggilnya

Mantan Camat Galang Hadisyam Hamzah Langsung Diboyong ke Kejatisu

Selanjutnya, terpidana tersebut diboyong ke kantor Kejatisu, guna dilakukannya proses administratif dan kemudian diserahkan ke Kejari Deli Serdang.

Selanjutnya Hadisyam Hamzah dari Kejari Deli Serdang langsung dibawa ke Lapas Lubuk Pakam.

“Malam ini, Tim Intelijen Kejatisu bersama Tim Intelijen Kejari Deliserdang berhasil mengamankan terpidana kasus korupsi proyek pembangunan gardu induk PT PLN Prikiting tahun 2008-2009 lalu, yang sudah dinyatakan oleh Mahkamah Agung tahun 2014 silam,” ujar Kajari Deli Serdang, Harli Siregar, saat didampingi Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, ketika memberi keterangan kepada wartawan di kantor Kejatisu, Jumat (20/9/2019) malam.

Dia mengungkapkan, bahwa penangkapan terhadap terpidana tersebut telah diselidiki sebelumnya. Namun, setahun terakhir ini keberadaan terpidana terendus petugas.

“Kita sudah melakukan penyelidikan dengan keberadaan terpidana ini sebelumnya. Akhirnya, kita berhasil meringkus terpidana (Hasyidam) di rumahnya, Jalan Mesjid II, Desa Sekip, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, pada Jumat (20/9/2019) malam, sekira pukul 20.00 Wib,” jelasnya.

“Saat kita tangkap, terpidana (Hasyidam) sangat kooperatif dan kita pun langsung membawa terpidana tersebut,” tambahnya.

Dibawanya terpidana ke Lapas tersebut, kata dia lagi, sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA).

Dalam keputusan MA menghukum terpidana tersebut selama 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp50 juta, subsider 6 bulan kurungan.

“Terpidana terbukti bersalah dengan turut melegalisasi surat tanah seluas 12.330 M2, berdasarkan surat penguasaan fisik dan surat keterangan tanah yang diterbitkan oleh Kades Petangguhan, Syamsir dan anggota Sekretariat Pengadaan Tanah, Mansyuria Dachi, yang menyebutkan tanah tersebut milik, Sali Rajimin Putra (berkas terpisah) agar mendapat ganti rugi oleh pihak PLN senilai Rp 230.690.000,” terang dia.

“Padahal lahan yang berada di Dusun 4 Desa Petangguhan, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang tersebut berstatus tanah milik negara,” sambungnya.

Baca Juga : Berkas Kasus Dugaan Korupsi Disporasu Masih Dilengkapi

Kemudian, Harli Siregar, menjelaskan, selama dalam pelarian, Hadisyam Hamzah, selalu berpindah-pindah tempat menghindari kejaran Tim Kejaksaan.

Hingga akhirnya, terpidana diketahui di Desa Sekip, yang merupakan tempat tinggalnya. “Kami berterimakasih dengan pihak Kejatisu yang telah membantu dalam kasus ini,” ucap dia.

Kontributor : Imam Efendi
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here