Uang Honor TAPD Sumut Hilang, Polisi Belum “Mampu” Tetapkan Tersangka

Sampai saat ini, pihak kepolisian belum "mampu" menetapkan tersangka dalam kasus hilangnya honor Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprovsu Sumatera Utara.

47
uang honor tapd sumut hilang
Lokasi kejadian, pelataran parkir Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, tempat mobil pengangkut uang terparkir. (foto : kitakini.news/dhabit siregar)

Kitakini.news – Terkait kasus uang honor Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprovsu Sumatera Utara (Sumut) hilang di parkiran kantor Gubsu, Senin (9/9/2019) lalu, sampai saat ini, pihak kepolisian belum “mampu” menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Hal itu, diungkapkan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto saat ditemui di Polsek Helvetia, Sabtu (21/9/2019).

Dia mengatakan, soal kasus tersebut pihak Polrestabes Medan telah memeriksa 6 saksi.

“Terkait kasus tersebut, kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 6 saksi yang saat ini masih kita minta keterangannya,” ujar Kapolrestabes Medan.

Namun, saat disinggung, dari ke enam saksi yang diperiksa Sat Reskrim Polrestabes Medan, apakah ada potensi untuk menetapkan salah satu saksi menjadi tersangka?.

Mantan Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri ini mengatakan, soal kasus tersebut masih belum ada ditetapkan tersangka.

“Belum ada. Status mereka masih sebagai saksi. Dari ke enam saksi, sudah menunjukkan dan membuktikan keterangannya ke penyidik. Sehingga, untuk kapasitas mereka masih sebagai saksi dalam kasus tersebut,” ungkapnya.

Ditanya soal status dua pegawai Pemprovsu, M Aldi Budianto dan Indra Ginting, yang menjabat sebagai pembantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), lulusan Akpol 1994 ini menjelaskan, status kedua pegawai tersebut masih sebagai saksi.

Meski begitu, pihaknya masih berupaya melakukan penyelidikan atas raibnya uang gaji TAPD sebesar Rp 1.692.000.000 di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara.

“Kita masih mendalami kasus ini,” ucapnya.

Baca Juga : Mantan Camat Galang Ditangkap Kasus Korupsi Pembangunan Gardu PLN

Uang Honor TAPD Sumut Hilang, Praktisi Hukum : Ini Skenario Atau Fakta

Belum adanya titik terang dalam kasus raibnya uang gaji TPAD dari dalam mobil Avanza BK 1875 JZ, yang dikemudikan dua pegawai Pemprovsu, M Aldi Budianto dan Indra Ginting, sesaat mengambil uang tersebut dari Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, membuat praktisi hukum, Julheri Sinaga, angkat bicara.

Menurutnya, pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara, harus menuntaskan kasus tersebut, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat.

“Saya heran saja. Kenapa kok hampir 2 pekan ini, polisi masih belum bisa menetapkan tersangka. Kalau semakin lama, bisa timbul kecurigaan masyarakat apakah kejadian ini skenario atau fakta,” sebutnya ketika diwawancarai Kitakini News, Sabtu (21/9/2019).

Julheri berharap, Kapolda Sumut harus menginstruksikan jajarannya untuk segera menyelesaikan kasus raibnya uang itu. Sehingga, kinerja kepolisian jajaran Polda Sumut yang saat ini diapresiasi masyarakat atas keberhasilan mengungkap segala kasus tidak menjadi penilaian buruk.

“Saya berharap Kapolda Sumut harus mengevaluasi kinerja anggotanya yang menangani kasus ini. Sehingga, kepercayaan dan apresiasi masyarakat semakin tinggi atas kinerja yang baik,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, mobil Toyota Avanza BK 1875 JZ yang membawa uang gaji Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Sumatera Utara (Sumut) diduga dibobol maling. Peristiwa itu terjadi saat mobil itu terparkir di halaman kantor Gubsu di Jalan Pangeran Diponegoro, Senin (9/9) sore.

Baca Juga : Sempat Viral di Medsos, Bajing Loncat di Pintu Tol Mabar Ditangkap Polisi

Akibatnya uang sebesar Rp 1.692.000.000 yang diletakkan di bagian bagasi mobil itu pun raib diduga dibawa kabur oleh pelaku.

Kontributor : Imam Efendi
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here