Rocky Gerung : Demonstrasi Itu Hak Untuk Menyatakan Pikiran

Rocky Gerung dalam acara Kupas Tuntas memaparkan pandangannya terkait demonstrasi mahasiswa dan pelajar yang marak terjadi belakangan ini di Indonesia.

41
rocky gerung
Pengamat Politik dan Filsuf Rocky Gerung. (Foto : Kumparan)

Kitakini.news – Pengamat Politik, Rocky Gerung, mengatakan, demonstrasi yang terjadi di berbagai belahan daerah di Indonesia saat ini merupakan hak masyarakat untuk menyatakan pikirannya.

Hal itu disampaikan Rocky Gerung, saat menjadi narasumber di Kupas Tuntas, talkshow di CNN Indonesia. Diunggah saluran CNN Indonesia ke Youtube, Senin (28/9/2019) lalu, dia juga turut memprovokasi orang untuk menyatakan pikirannya.

“Saya provokasi mahasiswa buat demonstrasi. Saya bolak-balik ke kampus, saya provokasi emang. Kenapa, apa yang salah? Kalau kita memprovokasi orang untuk menyatakan pikiran, apa yang salah tu?” ujarnya di hadapan pembawa acara, Budi Adiputro.

Filsuf yang terkenal dengan berbagai kritikan terhadap pemerintah itu menilai, demonstrasi merupakan inti dari demokrasi.

“Padahal demonstrasi itu adalah inti dari demokrasi. Jadi kalau saya memprovokasi demonstrasi saya memprovokasi inti dari demokrasi itu. Kan itu standarnya,” ucap pria 60 tahun itu.

Pria kelahiran 20 Januari 1959 itu juga menilai, demonstrasi yang ditunggangi kepentingan merupakan hal yang wajar. Termasuk demonstrasi masyarakat Hongkong pun menurutnya ditunggangi pihak tertentu.

“Tunggangi ya pasti. Tunggang-menunggangi itu hal biasa karena nggak ada demonstrasi yang nggak ditunggangi tu. Mahasiswa Hongkong sudah pasti ditunggangi CIA tu. Dengan logika yang sama, kita bisa anggap hal itu akan berlangsung,” ucapnya.

Rocky : Tugas Pemerintah Membuat Rakyat Percaya UU Itu Adil

Pria kelahiran Kota Manado itu mengatakan, tugas rakyat bukan membaca Undang-Undang. “Sementara, tugas pemerintah adalah membuat rakyat percaya bahwa Undang-Undang itu adil, bukan suruh baca. Jadi ini ada jarak antara legitimasi dan legalitas,” ucapnya.

Bahkan, dia menyebut, demonstrasi yang terjadi di Indonesia belakangan ini bersumber pada ketidakpercayaan orang pada presiden.

“Seluruh paket demonstrasi hari ini berakar pada ketidakpercayaan orang pada presiden yang tidak bisa diucapkan. Yang hanya bisa diucapkan oleh cover majalah Tempo,” paparnya.

Dia juga mengkritisi ucapan Yasonna Laoly saat masih menjabat Menteri Hukum dan HAM yang menyebutkan, apa yang dikritik mahasiswa dalam demo, sudah diperbaiki dan bagus.

“Kalau udah bagus nggak akan ada demo, dan bukan soal substansi. Jadi di belakang kita ini, ada psikologi yang sudah terbentuk secara umum bahwa ini pemimpinyna pembohong, dan mustinya itu yang diselesaikan,” ungkapnya.

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here