Api Dendam Harus Anda Akhiri, Sebelum Membakar Diri Anda

Anggaplah tidak pernah terjadi apa-apa, bersabar, tabah, dan menutup telinga dan mata terhadap semua yang pernah terjadi,” ungkap Aidh al Qarni.

30
Api Dendam
Akhiri dendam dengan memaafkan (foto: wokeeh.com)

Kitakini.news – Banyak terjadi kasus tawuran, penganiayaan, perkosaan, dan pembunuhan disebabkan motif dendam. Api dendam harus Anda akhiri, sebelum membakar diri Anda sendiri.

Seperti yang terjadi pada bulan September 2019 lalu, tawuran antar warga di Manggarai yang diduga akibat tradisi balas dendam, berakhir dengan permasalahan baru yang tidak berkesudahan.

Menurut Ketua RW 05 Manggarai Isnu Dwi Haryanto, sinyal tawuran kerap ditandai dengan pesan berantai dan letusan suar.

Dalam sepekan sudah tiga kali peristiwa tawuran terjadi. Pertama pada Senin (2/9) menjelang Maghrib, Selasa (3/9) dini hari dan puncaknya Rabu (4/9) sore.

“Selalu ditandai dengan pesan berantai dan letusan suar,” ujar Isnu, seperti dikutip dari kompas.com (6/9/2019).

Lalu bagaimana cara agar kita untuk mengakhiri api dendam ?

Jadilah Pemaaf dan Menghindari Orang yang Bodoh

Dr. Aidh al Qarni, dalam kitabnya “Laa Tahzan” (edisi Indonesia, 2004, cet.5, halaman 495), mengungkap bahwa hanya dengan memaafkan akan bisa keluar dari api dendam.

“Jalan terbaik untuk keluar dari masalah dendam adalah memaafkan. Menganggapnya tidak pernah terjadi, bersabar, tabah, dan menutup telinga dan mata terhadap semua yang pernah terjadi,” ungkap Aidh al Qarni.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga menganjurkan agar kita selalu menjadi pemaaf dan mengerjakan yang ma’ruf, serta menghindar dari orang yang bodoh.

Sebagaimana firman Nya,

“Jadilah kamu pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh,” (Surat al A’raf, ayat 199).

Ketabahan Hati Dapat Mengubur Segala Aib dan Memadamkan Api Dendam

Kalangan Salaf pernah memberikan tips bahwa ketabahan hati itu akan menguburkan segala aib.

“Laut yang luas tidak akan terpengaruh oleh lemparan batu seorang anak kecil,”.

Laut itu suci airnya, halal bangkainya. Air itu bila sudah melebih dua Qullah, maka tidak lagi akan dianggap najis meskipun ada benda najis yang masuk ke dalamnya.

Itu lah analogi seorang yang sabar, berani, dan cerdas, memiliki kekebalan untuk dibenci orang. Seperti dikutip dari kitab “Laa Tahzan” edisi Indonesia, 2004, cet.5, halaman 495.

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here