Bermodalkan Makanan, Pemuda di Medan Sodomi Anak dibawah Umur

Hanya bermodalkan makanan, uang Rp 2000 dan rayuan, pemuda berinisial M (37) menyodomi anak dibawah umur di kawasan Medan Labuhan, Sumatera Utara.

418
sodomi anak
Kapolres Belawan, didampingi Kapolsek Medan Labuhan saat mengintrogasi pelaku sodomi anak dibawah umur, Rabu (9/10/2019). (foto : kitakini.news/rahmad hidayat)

Kitakini.news – Hanya dengan bermodalkan makanan, pemuda berinisial M (37) melakukan kelainan seksual atau sodomi anak dibawah umur di kawasan Medan Labuhan, Sumatera Utara.

Tak hanya itu, rayuan maut yang keluar dari mulut pria kelainan seksual serta uang sebanyak dua ribu rupiah juga digunakan untuk melancarkan aksi keji terhadap para korbannya.

Hal tersebut terungkap ketika tersangka yang bertempat tinggal di Jalan Pancing IV Komplek Abeng Nomor VIII Lingkungan VI, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan diintrogasi Kapolres Belawan, AKBP Ikhwan ketika dihadirkan dalam siaran pers di Mapolsek Medan Labuhan, Rabu (9/10/2019).

“Bagiamana kamu melakukan sodomi terhadap korban MSA (11) dan FR (9),”? tanya Kapolres kepada pengganguran yang berhasil ditangkap petugas Polsek Medan Labuhan Senin, 7 Oktober 2019 kemarin.

Menjawab pertanyaan mantan Kasubdit Indag Ditreskrimus Polda Sumut ini, tersangka M mengaku bahwa dia melakukannya dengan cara memberikan makanan terlebih dahulu kepada korbanya.

“Sebelum disodomi, korban terlebih dahulu aku berikan makanan berupa nasi goreng dan mie tiaw. Setelah itu, baru melaga-laga kemaluan ku dan memasukannya kedalam dubur korban,” akunya dengan wajah tertunduk.

Sebelumnya, Kapolres menyampaikan perbuatan biadab tersangka yang dilakukan pada awal bulan April 2019 sekitar 02.30 WIB, didalam gudang Jalan Pancing IV Gang Tengah, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan.

“Jadi, pada waktu itu, kedua korban tengah berada di dalam gudang. Lantas, melihat mereka timbul hasrat birahi melakukan sodomi. Disitu lah tersangka merayu serta memberikan uang,” ujarnya.

Selepas itu, sambung Kapolres, pelaku langsung melakukan sodomi kepada MSA yang merupakan abang dari FR.

“Tersangka terlebih dahulu melakukan sodomi kepada MSA sebanyak dua kali. Setelah berselang beberapa hari, baru yang bersangkutan melakukan hal serupa kepada FR,” urainya.

Dijelaskannya, terungkapnya kasus sodomi anak dibawah umur ini ketika kedua korban mengeluhkan kesakitan kepada ibunya, Nuramalia.

“Karena sang anak merasa kesakitan di bagian duburnya. Lantas mengadu kepada orangtua. Selajutnya, ditanya ibu kandung meraka mengaku telah disodomi oleh pelaku,” jelasnya.

Baca Juga : Mencabuli Bocah 12 Tahun, Pria Paruh Baya Diarak Warga

Sodomi Anak Dibawah Umur, Tersangka Dijebloskan ke Penjara

Disebutkannya, tidak terima anaknya disodomi. Ibu kandung melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Medan Labuhan.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan tersangka tanpa perlawanan di di kediamanya. Selajutnya, diboyong ke Polsek Medan Labuhan,” sebut AKBP Ikwan

Kini, kata Kapolres pemuda kelainan seks itu langsung dijebloskan ke jeruji Mapolsek Medan Labuhan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca Juga : Remaja 15 Tahun Dicabuli Pria yang Baru Dikenal dari Facebook di Tuntungan

“Selain mengamankan pelaku. Kita juga menyita barang bukti berupa dua celana, dua celana dalam berwarna merah dan sehelai kaos oblong. Imbas perbuatanya, pemuda bejat ini dijerat pasal 76-E Jo 82 Udang-Undang 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” tungkasnya.

Reporter : Rahmad Hidayat
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here