Diguyur Hujan Semalaman, Ribuan Rumah di Medan Utara Terendam Banjir

Guyuran hujan lebat melanda Kota Medan bagian Utara, Rabu (9/10/2010) dini hari yang menyebabkan, ribuan rumah di Medan Utara terendam banjir.

73
medan utara terendam banjir
Keluruhan Tangkahan, Medan Labuhan teredam banjir dan akses Jalan Marelan Pasar 3 serta 4 juga tergenang air, Rabu (9/10/2019). (foto : kitakini.news/ rahmad hidayat)

Kitakini.news – Guyuran hujan lebat melanda Kota Medan bagian Utara, Rabu (9/10/2010) dini hari. Akibatnya, ribuan rumah di Medan Utara terendam banjir. Banjir hampir merata di berbagi wilayah seperti Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Belawan.

Genangan banjir sangat parah terjadi di 12 lingkungan di Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan. Sebab, ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa telah menggenangi ratusan rumah di kawasan tersebut setelah 3 jam hujan reda.

Banjir terjadi diakibatkan buruknya drainese dan kurangnya ruang daya resepan air di Medan Utara. Ditambah lagi, tingginya curah hujan yang terjadi dini hari hingga subuh.

Selain rumah, banjir juga merendam sekolah dan aktivitas pedagang pasar UKA Martubung pun menjadi terganggu. Dampak banjir yang belum surut hingga menjelang tengah hari juga berpotensi menyebarkan wabah penyakit yang diduga aliran dari luapan limbah dari Kawasan Industri Medan (KIM).

“Kalau sudah hujan lebih dari satu jam, daerah kami ini pasti banjir. Ini sudah terjadi berulang kali, karena drainase dan resapan air banyak yang tertutup. Jadi, banjir ini meluap dari KIM yang terkadang berminyak dan bau karena tercemar limbah,” ucap Heri warga Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan.

Heri menambahkan banjir yang kerap melanda wilayah mereka disebabkan buruknya penataan drainase yang tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah. Akibatnya, air hujan tergenang ,tidak mampu mengalir normal. Terlebih lagi, sampah menumpuk di dalam drainase tersebut.

“Lihatlah, drainase sudah digenangi sampah. Bagaimana air bisa mengalir normal, kalau penaatannya tidak baik. Untuk itu, ia berharap ada perhatian serius untuk membenahi agar banjir tidak lagi terjadi di Kelurahan Tangkahan,” ungkapnya.

Hal yang sama dirasakan Pedagang pasar UKA Martunung, Aini. Ia terpaksa harus berdagang di lapaknya yang tergenang air. Karena banjir meredam pasar UKA Martubung.

Baca Juga : Perkuat Pengawasan Pabean, Kemendag Resmikan Balai Pengawasan Tertib Niaga

“Lihatlah, Saya dari pagi jualan di atas air tidak ada pembeli. Kami hanya bisa pasrah kalau setiap hujan terjadi banjir. Harapannya, pemerintah segera mengambil tindakan agar tidak lagi kebanjiran,” pinta pedagang kelapa ini.

Minimnya Penataan RTRW, Drainese Buruk Jadi Penyebab Ribuan Rumah di Medan Utara Terendam Banjir

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Medan, Sudari mengaku persoalan banjir di Medan Utara sudah lama terjadi. Khusunya di Kelurahan Tangkahan yang sangat parah sudah terjadi 10 tahun belakangan. Kebanjiran yang kerap terjadi berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat seperti iritasi kulit dam gatal-gatal.

“Kalau melihat musibah ini, karena minimnya kawasan resapan air, akibat buruknya Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW. Oleh karenannya, kita minta ini untuk dikaji ulang rencana penataanya. Karena kerap hujan di Kelurahan Tangkahan banjir. Pertanyaannya, air kiriman ini dari mana,” cetus Sudari yang turun langsung meninjau lokasi banjir.

Diterangkanya, banjir yang terjadi di Kecamatan Medan Labuhan tersebut terindikasi adanya pencemaran limbah dari KIM karena sudah berwarna kehitaman.

Baca Juga : 5 Fakta Penting dari Enam Peristiwa Kecelakaan Truk di Medan Deli

“Masalah banjir yang terjadi di Tangkahan dan beberapa wilayah di Medan Utara akan mejadi buah pokok pikiran bagi dewan dari Dapil II untuk memprioritaskan untuk mengatasi masalah banjir. Saya berharap wakil rakyat dari Medan Utara bisa bergandeng tangan untuk menganggarkan APBD untuk menata RTRW khususnya masalah banjir di Medan Utara,” pungkasnya sembari menambahakan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Utara untuk turun ke lapangan mengambil sample banjir yang tercemar limbah.

Reporter : Rahmad Hidayat
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here