Polisi Gelar Olah TKP Kasus Tewasnya Golfrid Siregar

Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ini dilakukan di lokasi pertama kali Golfrid ditemukan yaitu di dekat Underpass Titi Kuning, Medan.

85
kasus kematian golfrid siregar
Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP, dan foto Golfrid Siregar semasa hidup. (Foto : kitakini.news).

Kitakini.news – Polrestabes Medan menggelar olah TKP, Rabu (9/10/2019) terkait kasus kematian Golfrid Siregar advokat Walhi Sumut.

Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ini dilakukan di lokasi pertama kali Golfrid ditemukan yaitu di dekat Underpass Titi Kuning, Medan.

Pantauan di lokasi, puluhan petugas yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihartini SIK, melakukan olah TKP. Olah TKP ini menggunakan 3D Laser Scanner dan boneka replika manusia (korban), dan sepeda motor Honda CB 150 warna merah BK 4214 AIE yang digunakan korban.

Boneka yang menggantikan posisi korban diletakan sejajar dengan sepeda motor korban saat ditemukan terkapar di jalan atau di samping underpass. Olah TKP sempat membuat Jalan Tritura menuju Jalan AH Nasution dan Jalan Deli Tua, menjadi macet karena dilakukan penutupan jalan.

Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihartini SIK mengatakan, olah TKP ini untuk menganalisa penyebab pasti kejadian yang menimpa korban.

“Saat itu korban ditemukan dua orang saksi, salah satunya tukang becak yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Dan di sini juga datang tim TAA atau traffic accident analysis untuk menganalisa kalau memang ini kejadian kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Tambahnya, untuk kasus kematian Golfrid Siregar advokat Walhi Sumut masih tahap penyidikan. Dan menurut 2 orang saksi mengatakan, saat kejadian korban tidak ada memakai helm, karena tidak ada ditemukan helm di dekat korban atau di sekitar lokasi.

Olah TKP Untuk Melengkapi Barang Bukti

Sementara itu Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan mengatakan, olah TKP dilakukan untuk kepentingan penyidikan.

“Jadi adapun tujuan olah TKP, untuk mengumpulkan bukti-bukti maupun keterangan saksi,” jelasnya.

Sesudah bukti-bukti terkumpul, maka akan kita lakukan rekontruksi untuk menentukan apakah kasus tersebut murni Laka lantas atau ada unsur lain,” beber MP Nainggolan di ruang kerjanya Rabu (9/10/2019).

Sejauh ini, kata MP Nainggolan, polisi sudah memeriksa 2 orang saksi WN (44) tukang becak motor (Betor), dan ML (67).

WR sendiri merupakan tukang becak yang sempat mengantarkan korban ke rumah sakit Mitra Sejati Medan. Karena korban tidak memiliki kartu identitas yang melekat di badannya, korban ditolak hingga akhirnya dibawa petugas ke RSUP Haji Adam Malik Medan.

“Sedangkan W merupakan mantan guru yang mengaku sempat melihat ada perisiwa kecelakaan tunggal di lokasi tempat kejadian,” tutup Nainggolan.

Kontributor : Deno Barus

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here