BOPDT Libatkan Masyarakat untuk Pengembangan Danau Toba

Pemerintah sangat serius mengembangkan destinasi super prioritas Danau Toba dengan melibatkan masyarakat setempat dan itu telah dibuktikan dengan pembangunan yang dilakukan sejak 2015.

26
pengembangan danau toba
Masyarakat setempat menggelar pesta adat Napuran Tiar yang bersama masyarakat di The Kaldera. (foto : kitakini.news/syahrial siregar)

Kitakini.news – Pengembangan Danau Toba sebagai danau terbesar di Indonesia akan melibatkan masyarakat. Pemerintah sangat serius mengembangkan destinasi super prioritas ini. Hal itu dibuktikan dengan pembangunan yang dilakukan sejak 2015.

Pembangunan dikawal Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) yang dibentuk melalui Perpres 49 Tahun 2016. Sejak itu, BOPDT telah mulai menjalankan program-program pengembangan Danau Toba menjadi destinasi pariwisata berkelas internasional.

Hal itu dibuktikan dengan pembangunan infrastruktur aksesibilitas, homestay desa wisata, pengembangan nomadic tourism dan digital tourism.

BOPDT juga menjalankan tugas koordinatif dengan 8 Kabupaten sekitar Danau Toba. BOPDT juga diberikan amanah melalui Perpres. BOPDT mengemban tugas otoritatif yakni mengembangkan kawasan pariwisata terintegrasi di Lahan Zona Otorita. Lahan ini disiapkan Pemerintah untuk dibangun seperti Kawasan Nusadua di Bali.

Direktur Utama BOPDT, Arie Prasteyo mengatakan akses terus dikembangkan. Semisal pengembangan Bandara Internasional Silangit di Tapanuli Utara, Jalan Tol Medan-Parapat, Jalan Lingkar Samosir, pelabuhan dan kapal penyeberangan.

“Selain itu pengembangan pasar-pasar, atraksi dan amenitas pariwisata lain seperti tourist information center juga terus menjadi perhatian pemerintah pusat,” ujar Arie, Kamis (10/10/2019).

Kemudian, kata Arie, Bandara Silangit di tahun 2016 baru memiliki runway 2.200 meter dengan bangunan terminal seadanya. Sekarang, bandara tersebut sudah berstatus internasional dengan panjang runway 2.650 x 45 meter dan sudah ada penerbangan international.

“Selain pengembangan infrastruktur, pengembangan SDM juga terus menjadi perhatian pemerintah. Di tahun 2019, BOPDT menyelenggarakan beberapa kegiatan pengembangan SDM. Seperti pelatihan active citizen di The Kaldera yang diselenggarakan oleh BOPDT bekerjasama dengan British Council. Atau pelatihan kuliner Kementerian Pariwisata untuk pelaku kuliner di Pantai Bulbul, Balige,” ungkap Arie.

Baca Juga : Kejaksaan Negeri Karo Musnahkan Barang Bukti Narkoba

Arie menuturkan, tahun 2018-2019 pihaknya juga menyelenggarakan program pelatihan setara D1 selama 1 tahun ke Bandung dan Bali bagi siswa lulusan SMA di Kawasan Danau Toba.

Pengembangan Danau Toba, BOPDT juga Berkomitmen Tingkatkan Ketrampilan Masyarakat

Arie menambahkan dalam menjalankan tugas otoritatif, BOPDT juga berkomitmen mengembangkan keterampilan masyarakat.

“Itu adalah kunci keberhasilan pengembangan. Caranya melalui sosialisasi sadar wisata, pelatihan-pelatihan masyarakat. BOPDT juga melakukan pendekatan melalui tokoh adat, agama dan tokoh masyarakat. Tujuannya, untuk mendengarkan masukan-masukan guna kemajuan desa di sekitar kawasan,” tekan Arie.

Arie menegaskan, pihaknya ingin pengembangan pariwisata di Danau Toba menjadi milik masyarakat yang memang harus dilibatkan.

“BOPDT siap bersinergi demi kemajuan pengembangan destinasi super prioritas Danau Toba,” tukas Arie.

Di sisi lain, sebuah keputusan tepat menetapkan Danau Toba menjadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Pasalnya, danau vulkanik terbesar di dunia ini bakal menjadi salah satu UNESCO Global Geopark (UGG).

Keindahan alam serta bentang alam yang spektakuler mengelilingi danau ini. Kaldera yang terbentuk dari tiga kali letusan super volcano terakhir 74.000 tahun yang lalu yang merupakan strategic positioning Danau Toba dibanding destinasi lainnya.

“Untuk memperkuat positioning tersebut, Geopark Kaldera Toba telah disetujui untuk menjadi salah satu UNESCO Global Geopark (UGG). Akan diresmikan April tahun depan di Paris” timpal Arie.

Saat ditetapkan jadi UGG nanti, akan semakin mantap jika didukung oleh kelestarian budaya dan kearifan lokal. Danau Toba yang memiliki keragaman 4 etnis suku batak (Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo, dan Dairi Pakpak), tidak hanya menawarkan keindahan bentang alam, tetapi juga keragaman budaya.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya memastikan pembangunan fasilitas pendukung pariwisata kawasan sekitar Danau Toba, dari unsur atraksi, aksesibilitas dan amenitas berjalan sesuai yang direncanakan.

Baca Juga : Mobil Travel Tabrak Tronton di Riau, Supirnya Tewas Terjepit

Arief sangat mengapresiasi pengembangan amenitas di sekitar danau vulkanik terbesar itu.

“Sangat diharapkan Danau Toba bisa lebih menjual dengan memakai cara atraksi, amenitas dan juga aksesibilitas. Dengan begitu Danau Toba akan lebih dikenal di mancanegara dan juga tidak kalah dengan destinasi populer Indonesia lainnya, seperti Candi Borobudur dan juga Bali yang telah mendunia,” pungkas Menpar.

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here