Sipir Lapas Kelas 2B Langsa dan Istri Terlibat Peredaran 20,5 Kg Sabu

257
sipir lapas terlibat peredaran narkoba
Sipir Lapas Klas 2B Langsa yang diamankan petugas BNN. (foto : kitakini.news/syahrial siregar)

Kitakini.news – Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap oknum Sipir Lapas terlibat peredaran Narkoba, jenis sabu 20,5 kilogram. BNN mengamankan Sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 2B Langsa berinisial D bersama istrinya berinisial NM.

“Penangkapan ini berawal saat kami mendapatkan informasi, ada sebuah pengiriman Narkotika dari Malaysia menuju ke perairan Aceh Timur dengan menggunakan kapal boat,” ujar Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, Jumat (11/10/2019).

Setelah diselidiki, kata Arman, pihaknya memperoleh informasi ada seorang oknum sipir di Lapas kelas 2B Langsa yang terlibat dalam penyelundupan tersebut. Tim kemudian melakukan pendalaman.

“Kami menangkap sipir Lapas berinisial D itu di daerah Langsa, Senin (7/10/2019) siang. Dari pengakuannya, oknum sipir berinisial D ini menyimpan Narkotika jenis sabu itu di rumahnya,” jelas Arman.

Dikatakan Arman, tim langsung memboyong D ke kediamannya di Dusun Petua Amin, Desa Gampong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Setelah digeledah, petugas mendapatkan 19 bungkus sabu.

“Sabu itu dibungkus dalam kemasan ukuran kiloan. Sabu kami temukan di sebelah lemari dapur, sehingga kami turut mengamankan istrinya,” kata Arman.

Penyisiran di penjuru isi rumah kembali dilakukan. Petugas kembali mendapati sabu yang disimpan dalam lemari dapur sebanyak 1 bungkus ukuran sedang.

“Jadi dia mengaku sabu tersebut dibawa langsung dari Malaysia melalui jalur laut menggunakan speed boat dengan jumlah 40 bungkus atau 40 kilogram. Tapi 20 kilogram sudah didustribusikan kepada pemesan dengan cara dikirim menggunakan kurir atau mengambil sendiri,” beber Arman.

Baca Juga : Residivis Kasus Kepemilikan Sabu di Tanjungbalai Dilumpuhkan

Jenderal polisi bintang dua itu menuturkan, selain barang bukti Narkotika, pihaknya juga mengamankan barang bukti mobil Honda Civic BK 6 RY, beberapa handphone dan beberapa kartu identitas.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mencari dan melakukan pengejaran terhadap beberapa orang pelaku lainnya yang terlibat,” tegas Arman.

Sipir Lapas Terlibat Peredaran Narkoba yang Dipasok Lewat Jalur Laut

Menurut Arman, Aceh Timur menjadi salah satu daerah rawan penyelundupan Narkoba dan menjadi pintu masuk dari Malaysia yang merupakan daerah pemasok terbanyak ke Indonesia dengan menggunakan kapal penangkap ikan atau speed boat melalui jalur laut.

“Jadi caranya masih yang lama. Barang dijemput di Malaysia, lalu serah terima antara kurir yang satu dengan yang lain di tengah laut. Istilahnya ship to ship,” pungkas pria berciri khas rambut kuncir tersebut.

Seorang Sipir Terlibat Peredaran Narkoba Ditangkap Dirumahnya

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here