HET Minyak Goreng Curah di Medan Stabil, Rp 10 Ribu per Liter

Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah di Kota Medan masih stabil, Rp 10.000 per liter atau masih sesuai dengan aturan HET minyak goreng curah.

41
het minyak goreng curah
Pasar tradisional, Pulo Brayan, Medan, Jumat (11/10/2019). (foto : kitakini.news/muhammad rizki alhaj)

Kitakini.news – Pernyataan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita yang menyebut ditemukannya pedagang minyak curah yang tidak mengikuti aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 11.000 tak terbukti. Di Medan misalnya, HET minyak goreng curah di pasar Jalan Yos Sudarso Medan hanya Rp 10.000.

“Di sini harganya Rp 10.000, tempat lain juga seperti itu. Malah kadang kadang Rp 9.500, tergantung pemilik warung dan tergantung harga pengambilan,” ujar Andre (26), pedagang sembako di Pasar Jalan Yos Sudarso, Jumat (11/10/2019).

Andre menambahkan harga minyak goreng kemasan beragam mulai dari Family, Sunco dan Bimoli. Harganya bervariasi, ada yang murah dan ada yang mahal tergantung merk.

“Merk Sunco kemasan 2 liter Rp 23 ribu, Famili 1 liter itu Rp 21 ribu dan Bimoli kemasan 2 liter itu dijual Rp 22 ribu,” ungkap Andre.

Sementara harga beras, telur ayam, minyak tanah, garam beryodium, gula pasir, daging sapi dan ayam rata-rata stabil.

“Mulai dari beras, harganya kisaran Rp 11 sampai 14 ribu tergantung merk. Minyak tanah Rp 9 ribu sampai Rp 10 ribu. Gula pasir sekilo Rp 13 ribu. Sedangkan telur ayam mulai Rp 1.000 untuk kualitas biasa sampai Rp 1.200 yang sedikit lebih besar. Sedangkan daging sapi Rp 115 ribu per kilonya dan daging ayam Rp 35 ribu per kilonya,” terang Andre.

Pedagang lainnya Zulfikar (44) yang telah berjualan selama 20 tahun mengatakan harga minyak goreng curah di Kota Medan masih stabil.

“Minyak curah Rp 9.500 per kilo masih sama dengan tahun sebelumnya. Sembako lainnya juga tidak ada naik. Cuma gula pasir, dari Rp 12.500 jadi Rp.13.000,” ungkap Zulfikar.

Sementara itu, warga sekitar, Rusli Matanari mengatakan harga Sembako masih stabil, hanya jagung dan telur ayam naik.

“Telur ayam biasanya paling 1200 udah mahal, sekarang 1500 harganya. Ini agak naik. Kadang Jagung juga naik, biasa 6 ribu kadang 8 ribu. Mungkin karena persediaan banyak dikitnya yang mempengaruhi harga,” tuturnya.

Baca Juga : Si Jago Merah Hanguskan 4 Kios Pajak Aksara Medan

Dia berharap pemerintah bisa mengendalikan harga Sembako di pasar supaya masyarakat Medan terutama kaum Ibu belanja dengan tenang.

“Kadang murah kadang sering juga mahal Sembako. Semoga sembako tetap stabil,” paparnya.

Mendag Bilang HET Minyak Goreng Curah tak Ikut Aturan

Sebelumnya, terkait kebijakan pelarangan minyak goreng curah mulai tahun 2020 menimbulkan kontroversi, baik dalam penerapannya maupun wacana penyetopan edaran minyak goreng curah, sehingga menjadi pertanyaan besar.

Tidak mengikuti aturan HET yang dipatok Rp 11.000 per liter menjadi penyebab larangan tersebut. Serta dugaan indikasi minyak goreng curah berpotensi kotor.

Menyikapi isu tersebut, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Enggartiasto Lukita mengatakan, perihal tersebut ada dua hal yang diterapkan, soal hygin dan halal. Akan tetapi, kata dia lagi, disisi lain pihaknya juga menerapkan harga untuk produk tersebut harus terjangkau.

Baca Juga : Pemko Dinilai Tidak Serius Tangani Masalah Banjir di Kota Medan

“Begini, semua industri-industri wajib membuat kemasan minyak goreng sederhana yang harganya dipatok Rp 11.000. Dan juga produk tersebut harus tertera dengan hygin, sehat dan halal, dilabel produk itu,” jelasnya saat berada di Kota Medan beberapa waktu lalu.

Kontributor : Muhammad Ryzki Alhaj
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here