Kurir 6 Kg Sabu Jaringan Internasional Diamankan di Hotel Mewah

Terduga kurir sabu jaringan internasional diringkus dari sebuah hotel mewah di Kota Medan. Barang bukti yang didapat sebanyak 6 Kg diduga narkotika jenis sabu.

77
jaringan narkoba internasional
Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Priambodo (pakai kaca mata), didampingi Kapolsek Medan Timur, Kompol Mhd Arifin serta bersama anggotanya saat memaparakan barangbukti tersebut yang berada di dalam tas.(Foto : Imam Efendi)

Kitakini.news – Suasana di salah satu hotel berbintang di Jalan Balai Kota, Medan, yang biasanya tenang, seketika mendadak gempar, Kamis (10/10/2019) malam. Pasalnya, satu kamar dihuni terduga kurir 6 Kg sabu jaringan internasional digeledah Unit Reskrim Polsek Medan Timur.

Benar saja, dari kamar yang dihuni pria berinisial DNA, warga Surabaya, Jawa Timur, diamankan barang bukti sebanyak enam bungkus diduga narkotika jenis sabu. Barang tersebut dikemas di dalam plastik teh warna hijau, dengan berat total mencapai 6 Kg.

Informasi yang berhasil dihimpun, pria yang diamankan polisi diduga merupakan salah satu anggota sindikat jaringan narkoba internasional.

Penangkapan ini juga dibenarkan oleh Kapolsek Medan Timur, Kompol Muhammad Arifin. Dia mengatakan, penggerebekan terhadap pelaku dilakukan setelah terlebih dahulu melakukan pengintaian.

“Ada tersangka ditangkap dalam penggerebekan di kamar hotel tersebut,” kata kompol Muhammad Arifin, kepada wartawan, Jumat (11/10/2019).

Melihat situasi dan kondisi yang tepat, Unit Reskrim Polsek Medan Timur langsung merangsek masuk ke kamar pelaku dan menggeledah barang bawaannya.

Secara mengejutkan, polisi menemukan enam bungkus narkotika jenis sabu yang dikemas plastik teh warna hijau.

Selain menyita barang bukti narkoba jenis sabu, Polsek Medan Timur dibantu Sat Res Narkoba Polrestabes Medan, juga menyita timbangan elektrik.

“Seberat 6 Kg sabu ditemukan di dalam kamar serta timbangan elektrik,” ungkapnya.

Tersangka Kurir Sabu Jaringan Internasional Mengaku Diperintah Eong

Dalam keterangannya, tersangka DNA mengaku diperintahkan seseorang yang disebut-sebut sebagai bos. Pria tersebut dipanggil dengan sebutan Eong. DNA diperintahkan untuk menjemput sabu tersebut di Medan.

Barang tersebut bukan untuk diedarkan di Kota Medan. Menurut pengakuan tersangka, rencananya, barang haram itu akan dikirim ke Kota Bandar Lampung dan Kota Padang.

DNA mengaku, mendapat imbalan sebesar Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. “Tersangka dijanjikan upah Rp20 Juta sampai Rp30 Juta,” ungkap Kompol Arifin.

Sementara itu, kasus penyelidikan tersangka yang merupakan warga Surabaya, Jawa Timur tersebut, kini sudah ditangani Sat Res Narkoba Polrestabes Medan.

Kontributor : Imam Efendi

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here