Diundang APPIKI ke Palmex 2019 Medan, 3 Pelaku UKM Pakpak Bharat Raih Ilmu Baru

Event Palmex 2019 di Medan menjadi pengalaman tersendiri bagi tiga pelaku UKM Kabupaten Pakpak Bharat yang mendapat banyak ilmu pengetahuan terkait teknologi mutakhir industri sawit dari hulu ke hilir

67
palmex 2019 medan
(Tiga dari kiri ) Tiga pelaku UKM dari Pakpak Bharat yang berkesempatan menghadiri Palmex 2019 di Medan atas undangan APPIKI saat berada di depan salah satu stan peserta event tersebut. (Foto : APPIKI)

Kitakini.news – Tiga pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, mendapatkan informasi baru terkait teknologi dan inovasi mutakhir terkait pengolahan kelapa sawit dari hulu ke hilir dalam even Palmex 2019 di Medan yang digelar mulai 8 hingga 10 Oktober 2019 lalu.

Ketiga pelaku UKM yang beruntung itu yakni Jimmi Benni Banurea, Jasman Banurea dan Susan Manik. Kehadiran mereka pada kegiatan Palm Oil Expo 2019 di Hotel Santika Dyandra itu setelah diutus Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pakpak Bharat atas undangan langsung Wakil Ketua Umum Pengurus Nasional APPIKI (Asosiasi Pengembangan Produk Agrobisnis Indonesia), Robby Aswin.

Diwakili Jimmi Benni Banurea, ketiga pelaku UKM itu memberikan apresiasi kepada APPIKI dan PALMEX Indonesia 2019. Mereka bisa melihat langsung beberapa stan yang terdapat di acara tersebut tentang perkembangan teknologi dan inovasi mesin yang nantinya dapat dipergunakan di Kabupaten Pakpak Bharat. Apa lagi, sesuai bidang usaha digeluti, ketiganya tidak pernah dihadirkan oleh dinas lain seperti Dinas Pertanian. Namun, ketiganya malah diutus Dinas Koperasi & UMKM yang notabene dinilai tidak punya otoritas.

“Kami sangat beruntung dapat berinteraksi langsung dengan beberapa pihak baik perusahaan Indonesia maupun perusahaan mancanegara yang ada di stan tersebut. Apa lagi, dengan menampilkan teknologi mesin dan kapasitas produksi sudah canggih,” ujarnya.

Untuk diketahui, Palmex 2019 di Medan dibuka Wakil Ketua Umum Bidang Investasi dan Promosi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara, Dr. Jonner Napitupulu, Selasa (8/10/2019) beserta Director PT Fireworks Indonesia, Susan Tricia.

Baca Juga : Sambut Hari Santri Dan Sumpah Pemuda, Polres Tapsel Gelar Turnamen Futsal dan Festival Nasyid Se Tabgsel

Palmex 2019 di Medan, 3 Pelaku UKM Lihat Pembangkit Listrik dari Limbah Agro Komoditas

Yang paling berkesan, ketika ketiganya kunjungi satu stan perusahaan industri China dari Provinsi Shandong. Perusahaan tersebut memiliki pengalaman puluhan tahun di sektor termoteknik dan teknologi canggih untuk konversi energi biomas (Biomass Energy). Mulai dari pertanian, industri, pengerjaan kayu, kehutanan dan pelet dan penolakan kota (City Refuse), perusahaan Industri China sudah memiliki teknologi mesin boiler dengan kapasitas 10-220 ton per jam.

Meningkatnya permintaan listrik dan jumlah yang terkuras setiap kali digunakan dapat diatasi lewat pembangkit listrik. Yang menarik, pembangkit listrik memanfaatkan penggunaan limbah agro komoditas dan sumber “Energi Hijau Terbarukan (Renewable Green Energy)”.

“Hal itu menjadi semakin penting lantaran mendapatkan dukungan dari pemerintah. Antara tahun 2011 dan 2015, industri pembangkit listrik tenaga biomassa memasuki siklus pengembangan yang baik, sehat dan stabil,” ucap Jimmi lagi.

Menurut Jimmi, di daerahnya, limbah Agro Komoditas tidak dimanfaatkan bahkan dibuang atau dibakar oleh masyarakat. Bila dibandingkan negara lain hal yang memanfaatkan sebagai sektor bisnis baru dan menciptakan lapangan pekerjaan baru membuat Indonesia jauh ketinggalan.

“Contohnya, perusahaan Malaysia sudah memanfaatkan limbah Agro Komoditas menjadi komoditas pasar ekspor bahkan dimanfaatkan untuk Pembangkit listrik (Power Plant),” ucapnya.

Menurutnya, perlu ada campur tangan pihak Pemkab/Pemko, dan dinas terkait lainnya maupun pihak stakeholders untuk mewujudkannya.

Baca Juga : Toba Kaldera Resort seperti Nusa Dua Bali akan Hadir di Kawasan Danau Toba

Informasi Baru di Palmex 2019 akan Disampaikan ke Pemkab

Sementara itu, Robby Aswin mengatakan, pengalaman di Palmex 2019 di Medan akan disampaikan ketiga pelaku UKM kepada Pemkab Pakpak Bharat.

“Saat tiga pelaku UKM Pakpak Bharat kembali ke daerahnya, hal ini akan disampaikan kepada pelaku usaha, warga masyarakat maupun Jonni F. Solin. Mereka berharap, Pemkab tidak menutup diri pada perkembangan teknologi dan inovasi mesin dari negara lain. Mereka juga mengatakan, seharusnya pihak Pemkab harus hadir dan dapat menjadi bahan pembuat kebijakan program bermanfaat dan positif bagi warganya ke depan,” ujar Wakil Ketua Umum Pengurus Nasional APPIKI itu.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here