Hukum Suap Menyuap Dalam Pandangan Islam

Allah Melaknat Pemberi dan Penerima Suap, serta Perantara dari Keduanya.

45
suap menyuap
Suap menyuap akan membawa pada kekufuran. (foto: irtaqi.net)

Kitakini.news – Seakan tidak pernah ada habisnya, selalu saja ada orang-orang yang mempraktikkan ‘suap menyuap’ sebagai cara untuk mendapatkan keinginannya secara curang. Allah melaknat pemberi dan penerima suap, serta perantara dari keduanya.

Seperti yang baru saja terjadi kemarin, Rabu (16/10/2019), Kota Medan mendadak heboh, terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi, terhadap Kepala Dinas PUPR Kota Medan, Isa Anshari dan beberapa orang lainnya.

Setelah diperiksa, akhirnya KPK pun menetapkan 3 tersangka. Ketiganya yakni, Walikota Medan, T Dzulmi Eldin, Kepala Dinas PUPR Medan, Isa Anshari dan Kabid Protokoler Medan, Syamsul Fitri Siregar, seperti yang diberitakan kitakini.news, Kamis (17/10/2019).

Ketiganya diduga menerima dana suap proyek dan jabatan oleh Walikota Medan tahun 2014-2015 serta 2016-2021 sebesar Rp 250 juta.

Status tersangka terhadap 3 pejabat Pemko Medan ini berdasarkan pointers konferensi pers KPK.

“Benar, KPK telah menetapkan status tersangka kepada kepala daerah berinisial, TDE, IAN dan SFI,” jelas Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi via Whatsap, Kamis (17/10/2019) dinihari.

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallaam pernah bersabda,

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

“Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram,” (Hadits Riwayat Bukhari no. 2083).

Allah Melaknat Pemberi dan Penerima Suap

Salman Nashif al Dahduh, dalam kitabnya “Mi atun Miman La’anahum Allahu Wa Rasuluhu” (edisi Indonesia, cet.1, 1997, hal.70) menjelaskan bentuk suap yang diharamkan.

“Suap (pemberian untuk mencapai suatu maksud) yang diharamkan adalah Suap yang bertujuan untuk dapat membatalkan sesuatu yang bathil atau sebaliknya,” ungkap Salman.

Selanjutnya Salman juga menambahkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala melaknat pemberi dan penerima suap. Sebagaimana Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallaam bersabda,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي

Dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata, Rasulullah bersabda, “Laknat Allâh kepada pemberi suap dan penerima suap,” (Hadits Riwayat Ahmad no. 6984, dan Ibnu Majah no. 2313). Hadits ini dinilai sebagai hadits shahih oleh syaikh al-Albani dan syaikh Syu’aib al-Arnauth.

Dilansir dari dalamislam.com (23/2/2019), bahwa menurut Abul ‘Aliyah Rahimahullah bukan hanya Haram bagi yang melakukan suap, tapi juga bagi yang menerima uang suapan.

“Mereka yang menerima suap juga mendapatkan hukum yang sama. Mereka yang menerima suap dianggap seperti sifat kaum Yahudi yang sangat suka makan dari hasil yang haram,” jelas Abul.

Seorang Penguasa Melakukan Suap Menyuap !

Ibnul Atsir berkata, “Risywah (suap) adalah sesuatu yang menghubungkan kepada keperluan dengan bujukan,”. Dikutip dari “Misbahul Munir” dinukil dari “al Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyah” (22/219).

Bagi seorang penguasa yang melakukan Risywah, maka Allah akan tulikan dan butakan mereka. Seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan. Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka,” (Surat Muhammad, ayat 22-23).

Hasan dan Said bin Jubair, menyebutkan di dalam tafsirnya, terkait seorang penguasa yang memakan uang suap,

“Jika seorang Qodi (Hakim) menerima suap, tentu akan membawanya kepada kekufuran,” ungkap Hasan dan Said.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu,” (Surat al Baqarah, ayat 168).

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here