Tercemar NDMA Bahan Pemicu Kanker, Tablet Ranitidin akan Ditarik dari Pasaran 

Produk tercemar NDMA Ranitidin akan ditarik dari peredaran. NDMA adalah zat yang memicu kanker.

46
ndma ranitidine
Ilustrasi obat. (Foto : jawa pos)

Kitakini.news – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Medan akan menarik produk tercemar NDMA, Tablet Ranitidin, menyusul penarikan yang dilakukan terhadap produk cair dan injeksinya oleh BPOM RI.

Untuk diketahui, NDMA ada N-nitrosodimethylamine atau zat yang dapat memicu kanker.

“Penarikan ini dilakukan karena pada kemasan tablet Ranitidin juga tercemar oleh N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dikaitkan dengan risiko penyakit kanker,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala BBPOM Medan, Fajar, Kamis (17/10/2019) petang.

Fajar mengatakan, bahkan saat ini, penarikan sudah berkembang ke yang tablet. Fajar mengatakan, pihaknya juga terus melakukan uji laboratorium terhadap produk Ranitidin tersebut.

“Jika ditemukan cemaran NDMA, maka kami langsung surati ke industri supaya dihentikan produksi dan ditarik produknya,” ucap Fajar.

Dijelaskan Fajar, pasca instruksi penarikan Ranitidin pertama, BPOM terus melakukan uji laboratorium. Bahkan, pengujian terhadap produk Ranitidin sampai saat ini masih terus dilakukan. Pihaknya pun akan ada rilis terbaru lagi, bila ada temuan cemaran NDMA lainnya.

“Dalam instruksi penarikan ini, BPOM memberikan waktu penarikan sampai 80 hari pasca instruksi penarikan awal dikeluarkan. Dalam waktu tersebut, maka industri beserta distributornya harus melakukan penarikan, sampai tuntas. Setelah itu mereka kan akan melaporkannya ke kita. Di situ nanti baru kita verifikasi hasilnya di lapangan,” jelas Fajar.

Fajar menegaskan, kalau jangka waktunya sudah lewat namun ternyata masih ada ditemukan yang menjual atau Ranitidin masih beredar, maka tentunya akan ada sanksi.

Baca Juga : Penyaluran CSR, Warga Aek Songsongan Asahan Dapat Pengobatan Gratis

“Tapi bentuk sanksinya sejauh ini masih belum diinstruksikan oleh BPOM RI. Satu yang pasti, kawan-kawan apoteker dan dokter sudah diinformasikan supaya memberikan obat pengganti sesuai diagnosanya,” tegas Fajar.

Ini Produk Tercemar NDMA Ranitidin yang akan Ditarik

Sekadar informasi, dalam lampiran klarifikasinya BPOM menyampaikan jenis tablet Ranitidin yang dilakukan penarikan ialah berupa produk Ranitidine HCl tablet salut selaput 150 mg produksi PT Pharos Indonesia, Conranin tablet salut selaput 150 mg produksi PT Armoxindo Farma, Radin tablet salut selaput 150 mg dan Ranitidine HCl tablet salut 150 mg produksi PT Dexa Medica.

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here