KPK “Obrak-Abrik” Ruang Kerja Walikota Medan

Pasca penetapan tersangka dan penahana tiga tersangka termasuk Walikota Medan Dzulmi Eldin, KPK selanjutnya memeriksa ruang kerja walikota Medan.

103
ruang kerja walikota
Penyidik KPK terlihat lalu-lalang di kantor walikota Medan, Jumat (18./10/2019). (Foto : Imam Efendi)

Kitakini.news – Diduga untuk penyelidikan lanjutan pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Walikota Medan, Dzulmi Eldin, penyidik KPK melakukan penggeledahan di ruang kerja walikota Medan, Jumat (18/10/2019).

Berdasarkan pantauan Kitakini News, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah ruangan selain ruang kerja walikota Medan. Ruang Subbag Protokoler, ruang Subbag Keuangan, ruang Bagian Umum, serta beberapa ruangan lainnya digeledah bergantian sejak pukul 08.00 WIB.

Puluhan tim KPK tersebar untuk memeriksa ruangan-ruangan di lantai I dan II di Balai Kota tersebut. Seperti yang diketahui, segala dokumen-dokumen yang ada di ruangan-ruangan tersebut tak luput dari pemeriksaan.

Pemeriksaan tim KPK tersebut dikawal sejumlah polisi dari Polda Sumut dan petugas Satpol PP yang telah menunggu terlebih dahulu di kantor Walikota Medan.

Hasilnya, beberapa personil penyidik KPK membawa dokumen-dokumen dari ruangan kerja Walikota Medan dan ruangan Subbag Protokoler. Diduga untuk penyelidikan lebih lanjut.

Ruangan Subbag Protokoler Medan dan ruang kerja Walikota Medan yang sebelumnya dilakukan penyegelan telah dibuka oleh tim KPK.

Namun, tidak ada satu pun tim KPK memberikan keterangan atas pemeriksaan yang mereka lakukan ke kantor Walikota Medan. Sampai saat ini, pemeriksaan masih berlangsung oleh tim KPK.

Baca Juga : Kota Jambi Darurat Kabut Asap, Masyarakat Diimbau Waspada

Ruang Kerja Walikota DIperiksa tak Ganggu Pelayanan Masyarakat

ruang kerja walikota
Penyidik KPK terlihat lalu-lalang di kantor walikota Medan, Jumat (18./10/2019). (Foto : Imam Efendi)

Meski tim KPK melakukan pemeriksaan di beberapa ruangan di kantor Walikota Medan, namun, pelayanan ke masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Hal ini terlihat dari sejumlah pegawai-pegawai kantor Walikota Medan, yang melayani keperluan masyarakat.

“Kami hanya menjalani arahan dari atasan bang, untuk pelayanan publik tetap harus berjalan,” kata pegawai honorer ini.

Sementara itu, Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution, sempat mengatakan bahwa aktivitas operasi pelayanan publik tetap berjalan segaimana telah ditentukan.

“Pelayanan ke masyarakat tetap berjalan normal. Untuk permasalahan ini, kita menunggu hasilnya bagaimana,” ucapnya Rabu (16/10/2019) lalu.

Selaku pejabat tertinggi di lingkungan Pemko Medan setelah walikota, Akhyar mengimbau kepada seluruh pegawai untuk bekerja seperti biasanya.

“Untuk semuanya, hindari perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan bekerja ssperti biasanya,” harap Akhyar Nasution.

Baca Juga : Walikota Medan Diamankan KPK, Akademisi : Biaya Politik Jadi Faktor Korupsi

Awak Media Masih Menunggu Keterangan KPK

Masih berlangsungnya pemeriksaan dan penggeledahan di kantor Walikota Medan, Jalan Raden Saleh, Medan, puluhan awak media masih memenuhi kantor itu, untuk menunggu tim KPK memberikan keterangan dari kegiatan tersebut.

Tampak, sejumlah awak media yang sibuk membuat laporan dari pemeriksaan tim KPK maupun bercengkrama satu sama lain di lantai I kantor Walikota Medan.

“Menunggu lah ini, bro,” kata Ahmad Prayuda, salah satu jurnalis televisi swasta nasional.

Baca Juga : Deretan Walikota Medan Tersangkut Korupsi, Aktivis Mahasiswa Buka Suara

Sekadar mengingatkan, Walikota Medan, Tengku Dzulmi eldin, dan Kepala Dinas PURP Medan, Isa Anshari serta Kasubbag Protokoler Medan, Syamsul Fitri Siregar, telah ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan korupsi sebesar RP 250 juta, Selasa kemarin.

Kontributor : Imam Efendi
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here