Hukum ‘Gambar Makhluk Hidup’ Dalam Islam

Ulama berselisih pendapat karena perbedaan dalam memahami dalil dan punya pilihan ijtihad masing-masing.

20
gambar makhluk hidup
Hukum menggambar itu tergantung illatnya (sebab). (foto: parstoday.com)

Kitakini.news – Berdasarkan dalil-dalil yang ada, hukum gambar makhluk hidup adalah Haram. Namun menurut Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, para Ulama berselisih pendapat dalam memahami dalil-dalil yang ada.

“Masalah ini adalah masalah nawazil (kontemporer) yang tidak didapati di masa silam. Oleh karena itu, bagaimana hukum dalam masalah ini, para ulama berselisih pendapat karena perbedaan dalam memahami dalil dan punya pilihan ijtihad masing-masing,” ungkap Ustadz Tuasikal, seperti dikutip dari rumaysho.com (23/11/2011).

Beberapa Dalil Yang Mengharamkan Gambar

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,

إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ

“Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah tukang penggambar,” (Hadits Riwayat Bukhari no. 5950 dan Muslim no. 2109).

Selanjutnya juga, dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الَّذِينَ يَصْنَعُونَ هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ

“Sesungguhnya mereka yang membuat gambar-gambar akan disiksa pada hari kiamat. Akan dikatakan kepada mereka; Hidupkanlah apa yang kalian ciptakan,” (Hadits Riwayat Bukhari no. 5961 dan Muslim no. 5535).

Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata,

“Dalam hadits ini dibedakan antara gambar hewan (yang memiliki ruh) dan bukan hewan. Hal ini mengandung pelajaran bahwa boleh saja menggambar pohon dan benda logam di baju atau kain, dan menggambar yang lain (yang tidak memiliki ruh),” ungkap Ibnu Taimiyah, seperti dikutip dari “Majmu’ Al Fatawa” (29: 370).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dia berkata,

اسْتَأْذَنَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلام عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : « ادْخُلْ » . فَقَالَ : « كَيْفَ أَدْخُلُ وَفِي بَيْتِكَ سِتْرٌ فِيهِ تَصَاوِيرُ فَإِمَّا أَنْ تُقْطَعَ رُؤوسُهَا أَوْ تُجْعَلَ بِسَاطًا يُوطَأُ فَإِنَّا مَعْشَرَ الْمَلائِكَةِ لا نَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ تَصَاوِيرُ

“Jibril ‘alaihis salam meminta izin kepada Nabi maka Nabi bersabda, “Masuklah.” Lalu Jibril menjawab, “Bagaimana saya mau masuk sementara di dalam rumahmu ada tirai yang bergambar. Sebaiknya kamu menghilangkan bagian kepala-kepalanya atau kamu menjadikannya sebagai alas yang dipakai berbaring, karena kami para malaikat tidak masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar.” (Hadits Riwayat An Nasai no. 5365). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Dalam hadits lain, Nabi Shollallahu alaihi wa sallam bersabda,

اَلصُّوْرَةٌ الرَّأْسُ ، فَإِذَا قُطِعَ فَلاَ صُوْرَةٌ

“Gambar itu adalah kepala, jika kepalanya dihilangkan maka tidak lagi disebut gambar.” (Hadits Riwayat al Baihaqi 7/270). Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih dalam “As Silsilah Ash Shohihah” no. 1921.

Hadits di atas menunjukkan bahwa jika kepala dihapus dari gambar, maka gambarnya tidak jadi bermasalah.

Gambar Makhluk Hidup Dalam Putusan Ulama Tarjih Muhammadiyah

Sebagaimana dikutip dari kitab “Muqorraratu Majlisit Tarjih Muhammadiyah” (edisi Arab-Indonesia, Cet.3, 2011, hal. 283), menjelaskan bahwa hukum ‘gambar makhluk hidup’ itu hukumnya ada lima di dalam tiga illat.

“Gambar itu hukumnya berkisar pada illat (sebab). Maka ada tiga illat yang memunculkan lima hukum,” yaitu,

1. Untuk disembah, hukumnya Haram berdasarkan nash.

2. Untuk sarana pengajaran, hukumnya Mubah.

3. Untuk perhiasan, terbagi dua macam. Pertama, Tidak khawatir mendatangkan fitnah, hukumnya Mubah. Kedua, Bila mendatangkan fitnah, maka hukumnya ada dua,

“Jika fitnah itu kepada maksiat, hukumnya Makruh. Jika fitnah itu kepada musyrik, maka hukumnya Haram.

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here