Diciptakan Jin dan Manusia, Untuk Menyembah Kepada Allah

Jin lebih senang tinggal di hutan, semak belukar, rumah kosong, pantai-pantai, bahkan di rumah yang ditinggali manusia

26
Jin dan Manusia
Jin tidak bisa dilihat manusia,... (foto: edited from konsultasisyariah.com)

Kitakini.news – Mengapa masih ada manusia yang takut kepada jin?. Padahal Allah menciptakan Jin dan Manusia untuk menyembah kepada-Nya.

Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka mengabdi (menyembah) kepada-Ku,” (Surat adz Dzaariyaat, ayat 56).

Benarkah, Ada Manusia yang Bisa Melihat Jin ?

Prof. Dr. M. Mutawalli Asy Sya’rawi, menjelaskan bahwa manusia bisa melihat jin, jika jin tersebut mengubah bentuk menjadi keledai, ular, anjing atau menyerupai manusia.

“Jin dalam bentuk aslinya tidak dapat dilihat oleh manusia. Manusia hanya dapat melihat jelmaannya saja,” kata Prof. Mutawalli.

Jin yang merubah bentuknya akan sangat membahayakan bagi dirinya. Prof. Mutawalli menambahkan, jika jelamaan jin itu mati maka jinnya juga mati.

“Kalau jin itu mengubah bentuknya, maka manusia bisa memukul, menembak sampai dia mati. Jika jelmaannya mati, jinnya benar-benar mati,” ungkapnya,

Jin juga ada yang beriman ada yang kafir, ada yang soleh dan tidak, ada yang menolong manusia dan banyak juga yang mengajak pada kejahatan.

Prof. Mutawalli, mengatakan dunia ini diciptakan Allah untuk dihuni manusia dan jin.

“Jin lebih senang tinggal di hutan, semak belukar, rumah kosong, pantai-pantai, bahkan di rumah yang ditinggali manusia,” sambung Prof. Mutawalli, dalam kitabnya “Anta Tas alu Wal Islaamu Yujiibu”, edisi Indonesia, Cet.1, 2007, hal.39.

Sebagaimana Allah berfirman,

“ … Sesungguhnya ia (jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihatnya. Sesungguhnya Kami telah jadikan Syetan-syetan itu sebagai pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman,” (Surat al A’raaf, ayat 27).

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Pernah Menangkap Jin

Dalam kitab Shohih Bukhori diterangkan, bahwa Abu Hurairah pernah menangkap Jin.

“Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, menangkap jin ketika dia mencuri kurma yang disediakan untuk sadaqah,”.

Jin takut menghadapi manusia yang tabah dan waspada, tetapi manusia penakut justru akan digoda dan ditakut-takuti.

Bila seseorang mengucapkan, (A’udzubillahi Minasysyaitoonirrajiim), “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk,” maka ia (syetan) akan lari tunggang langgang.

Dalam firman-Nya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa apabila manusia menunjukkan sikap takut kepada syetan dan bahkan menyembah dan memujanya, maka syetan itu menjadi lebih sombong.

“Beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, mereka menjadikan jin bertambah sombong,” (Surat al Jin, ayat 6).

Jin dan Manusia Akan Disiksa di Neraka, Jika Berbuat Dosa dan Kemusyrikan

Firman Allah,

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia,” (Surat al A’raaf, ayat 179).

Dalam ayat lain, Allah juga berfirman,

“Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama,” (Surat as Sajadah, ayat 13).

Lalu, sebagian orang ada yang bertanya (dengan kebodohannya).

Bagaimana Jin yang zat penciptaannya berasal dari api, kemudian disiksa oleh api neraka?, apakah akan merasakan siksaan tersebut?

Maka, jika Anda yang ditanya seperti itu, untuk menjawabnya sangat mudah.

Ambil batu bata (yang terbuat dari tanah liat), lemparkan ke wajahnya sekeras mungkin. Kira-kira begitulah contohnya, tanah saja bisa menyiksa ‘tanah’. Hmm.

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here