KPUD Karo Sosialisasi Tahapan dan Pencalonan Kepala Daerah Karo

KPUD Karo bersama KPU Provinsi Sumatera Utara menggelar sosialisasi tahapan pencalonan kepala daerah jelang Pilkada Kabupaten Kari 2020 mendatang.

23
tahapan pencalonan kepala daerah
Foto bersama di sela kegiatan sosialisasi tahapan pencalonan kepala daerah Pilkada Kabupaten Karo, Rabu (6/11/2019). (Foto : Bayu Pramana)

Kitakini.news –  Jelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karo, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Karo, menggelar kegiatan sosialisasi tahapan dan pencalonan perseorangan pemilihan kepala daerah atau Bupati dan Wakil Bupati Karo tahun 2020.

Pada acara yang digelar di Rudang Hotel Berastagi, Rabu (6/11/2019) tersebut, Ketua KPUD Karo, Gemar Tarigan, mengatakan, sosialisasi itu dilakukan lantaran mereka ingin memberikan pemahaman tentang regulasi yang dilakukan menjelang Pilkada Kabupaten Karo 2020.

“Ini kita masih membahas tahapan pencalonan perseorangan yang dimulai pada Desember nanti,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, setelah diselenggarakannya kegiatan itu, mereka berharap agar seluruh lapisan masyarakat dapat menjadi agen bagi KPU. Khususnya, di bidang sosialisasi, agar informasi dari KPU dapat tersebar ke masyarakat.

“Kita harap semua masyarakat dapat menyampaikan informasi tentang tahapan pencalonan ini. Sehingga nanti ke depannya masyarakat sudah mengetahui dengan jadwalnya,” ungkapnya.

Ketua KPU Sumut Beberkan Pentingnya Sosialisasi Tahapan Pencalonan Kepala Daerah

Sementara itu Ketua KPU Provinsi Sumatera Utara, Benget Solitonga, mengatakan tahapan Pemilu yang paling dekat adalah tentang pencalonan perseorangan. Untuk itu, dirinya menganggap jika sosialisasi ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan segala informasi.

“Sosialisasi ini sangat penting agar masyarakat lebih mengerti mekanismenya dan tidak terburu-buru pada saat pendaftaran,” jelasnya.

Terlebih, di dalam draft PKPU terdapat perubahan mekanisme yang mengharuskan setiap calon harus memperhatikan syarat kualitas dan kuantitas sebelum mendaftar. Dirinya menyebutkan, jika nantinya terdapat kekeliruan saat pendaftaran maka calon tersebut tidak bisa mendaftar.

“Jadi setiap calon harus perhatikan syarat kualitas dan kuantitasnya sebelum mendaftar. Jika terjadi kekeliruan maka calon tersebut tidak bisa mendaftar lagi,” jelasnya.

Kontributor : Bayu Pramana

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here