Kemiskinan Dekat Dengan Kekufuran?, Ini Doa Agar Dilapangkan Rezeki

“Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahiim,” (Hadits Riwayat Bukhari no.5985, dan Muslim no.2557).

22
Kemiskinan
Allah tidak memberikan beban kepada seseorang, melainkan sesuai kemampuannya (foto: edited from fimela.com)

Kitakini.news – Seorang yang memiliki pondasi keimanan yang kuat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kemiskinan tentu tidak akan menyesatkannya pada kekufuran.

Lalu bagaimana dengan hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiallahu ’anhu, bahwa Rasulullah Shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

“Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadikan kekafiran,”

Takhrijul Hadits,

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam al-Baihaqi dalam kitab “Syu’abul Iman” (no. 6612), Abu Nu’aim Al-Ashbahani dalam “Hilyatul auliyaa’” (3/53 dan 109), Al-Qudha-‘i dalam “Musnadusy Syihab” (no. 586), Al-‘Uqaili dalam “Adh-Dhu’afaa’” (no. 1979) dan Ibnu ‘Adi dalam “Al-Kamil” (7/236),

semuanya dari berbagai jalur, dari Yazid bin Aban ar-Raqa-syi, dari Anas bin Malik Radhiallahu ’anhu, dari Rasulullah Shollallahu ’alaihi wa sallam.

Hadits Ini Disimpulkan Lemah

Dilansir dari muslim.or.id (22/11/2013), disimpulkan dari semua jalur periwayatannya, hadits ini (“Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadikan kekafiran,”) adalah hadits yang lemah. Seperti dijelaskan dalam kitab “Faidhul Qadiir” (4/542).

Para Ulama Ahli hadits, seperti Imam Ahmad, Yahya bin Ma’in, an-Nasa-i, ad-Daraquthni, adz-Dzahabi, dan Ibnu Hajar al-‘Asqalani, juga menyatakan,

“Hadits tersebut lemah, karena dalam sanadnya ada Yazid bin Aban Ar-Raqasyi, dia dinyatakan lemah,”.

Bahkan Syaikh al-Albani, menghukumi hadits ini sebagai hadits palsu, karena dalam sanad yang beliau nukil ada rawi yang suka memalsukan hadits.

Karena hadits ini lemah maka tidak boleh dinisbatkan kepada Rasulullah Shollallahu ’alaihi wa sallam.

Dan tidak bisa dijadikan sebagai dalil (argumentasi) untuk menetapkan bahwa kemiskinan harta itu tercela dan mudah membawa seorang manusia kepada kekafiran.

Syaikh Al-Qari berkata tentang hadits ini,

“Hadits ini sangat lemah, kalaupun dianggap shahih, maka maknanya dibawa kepada arti kemiskinan hati (hati yang tidak qana’ah/tidak pernah puas dengan pemberian Allah),

dan ini akan melahirkan (sifat selalu) berkeluh kesah dan takut (hidup miskin), serta akan menimbulkan (sifat) tidak ridha dengan ketentuan takdir Allah dan menolak pembagian (rezki dari Allah) Yang Maha Menguasai langit dan bumi.

Rasulullah Shollallahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya kemewahan dunia (harta), akan tetapi kekayaan (yang haqiqi) adalah kekayaan (kecukupan) dalam jiwa (hati),” (Hadits Riwayat al-Bukhari no.6081, dan Muslim no.120).

Ini Amalan dan Doa Agar Dilapangkan Rezeki oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Dilansir dari rumaysho.com (18/3/2016), Enam amalan pembuka pintu rezeki dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

1. Perbanyak Istighfar

Sebagaimana firman Allah,

“Maka aku katakan kepada mereka, mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai,” (Surat Nuh, ayat 10-12).

2. Menjalin Silaturrahiim

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasul Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahiim,” (Hadits Riwayat Bukhari no.5985, dan Muslim no.2557).

3. Memperbanyak Sadaqah

“ … Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya,” (Surat Saba’, ayat 39).

4. Tingkatkan Ketaqwaan Kepada Allah

Allah berfirman,

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya,” (Surat Ath Thalaq, ayat 2-3).

5. Melaksanakan Ibadah Umroh dan Haji dengan Ikhlas Karena Allah

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak,” (Hadits Riwayat An-Nasai no.2631., Tirmidzi no.810., dan Ahmad 1: 387). Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

6. Memperbanyak Doa Kepada Allah

Doa yang diajarkan oleh Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam, dari hadits Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha, ia menyatakan,

“Setiap Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Shubuh, setelah salam, beliau membaca do’a berikut,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

(Allahumma Innii As-Aluka ‘Ilman Naafi’a, Wa Rizqon Thoyyibaa, Wa ‘Amalan Mutaqobbalaa)

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik),” (Hadits Riwayat Ibnu Majah no.925, dan Ahmad 6: 305, 322). Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here