Parlemen Inggris Bubar Karena Masalah Brexit

Karena kesepakatan tentang Brexit gagal diraih, Parlemen Inggris bubar, Rabu (6/11/2019) dan Inggris pun akan segera menggelar Pemilu dini.

27
parlemen inggris bubar
Sidang Parlemen Inggris terkait Brexit beberapa waktu lalu. (foto : pa wire)

Kitakini.news – Parlemen Inggris bubar, Rabu (06/11/2019) dan informasi bubarnya parlemen itu telah disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson kepada Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham.

Sebagaimana dilansir dari Daily Mail, Kamis (7/11/2019) parlemen Inggris bubar sudah tiga kali selama 4,5 tahun terakhir.

Salah satu alasan kuat parlemen Inggris bubar karena perpecahan suara terkait kesepakatan Brexit yang dicapai sebelum tenggat waktu 31 Oktober lalu. Kesepakatan itu gagal diraih di parlemen karena pemerintahan Johnson bukan merupakan mayoritas.

Akibat penolakan itu, Inggris terpaksa menunda memutuskan hubungan dengan Uni Eropa, dengan tenggat waktu terbaru yang diberikan adalah perpanjangan hingga 31 Januari.

Akibat pembubaran parlemen itu, dalam waktu dekat warga Inggris akan kembali menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih anggota parlemen yang baru. Inggris telah memutuskan untuk menggelar Pemilu 12 Desember 2019 mendatang.

Boris Johson memutuskan untuk menggelar Pemilu dini. Tujuannya untuk membentuk pemerintahan mayoritas guna meloloskan kesepakatan Brexit yang dicapai dengan Uni Eropa.

Boris Johnson pun meminta warga yang memiliki hak suara memberikannya kemenangan. Johson ingin memastikan London bakal keluar dari masalah Brexit sebelum tahun baru 2020. Karena diketahui isu Brexit sudah memecahkan Inggris sejak 2016 lalu.

Sebelumnya, parlemen yang dimotori kubu oposisi Partai Buruh dan Partai Liberal Demokrat sudah tiga kali menolak RUU Pemilu dini yang diajukan Boris Johnson.

Sementara itu, pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn berjanji bakal menggelar referendum kedua. Tujuannya untuk memutuskan masa depan keanggotaan Inggris dengan Uni Eropa.

Baca Juga : Penembakan Brutal di Thailand, Sedikitnya 15 Orang Tewas

Johnson telah mengkritik posisi politik Corbyn yang menurutnya hanya akan terus menunda keluarnya Inggris dan telah meningkatkan suhu politik setempat.

Parlemen Inggris Bubar, Hasil Pemilu Dini Sulit Diprediksi

Partai Konservatif memang unggul sekitar 12 poin dari Parti Buruh. Namun hasil Pemilu diprediksi bakal sulit dibaca.

Sebab, isu Brexit telah mengikis loyalitas tradisional baik kepada konservatif maupun buruh yang menguasai perpolitikan Inggris dalam seratus tahun terakhir.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here