Rasulullah Menghapus Human Trafficking Secara Bertahap

Perdagangan manusia merupakan tindakan merendahkan derajat atas harkat dan martabat penciptaan manusia di muka bumi.

26
Human Trafficking
Perdagangan manusia merupakan salah satu musuh Allah (foto: wordpress.com)

Kitakini.news – Kasus human trafficking (perdagangan manusia) merupakan kasus masa lampau yang sangat merendahkan derajat dan martabat manusia.

Namun seakan zaman berulang, manusia seperti tidak mementingkan lagi adanya harkat dan martabat kemanusiaan. Mungkin inilah yang disebut zaman jahiliyah (kebodohan) di abad modern.

Seperti yang dirangkum dalam pemberitaan kitakini.news (7/11/2019), terdapat lima kasus human trafficking sepanjang tahun 2019.

“Korbannya dari anak-anak, dengan iming-iming akan disekolahkan, sampai usia dewasa dengan berbagai modus,”.

Pandangan Islam Terhadap Human Trafficking

Dalam sebuah hadits qudsi, menjelaskan sikap ajaran Islam terhadap human trafficking,

عَنْ أَبيْ هُريْرَةَ رَضِيَ اللّه عنه عَنْ النَّبِيِّ صلىاللّه عليه وسلم قَاَلَ : قَالَ اللَّه : شَلاَشَةٌ أَنَا خَصْمُهُمْ يَومَ الْقِيَا مَةِ رَجُلٌ أَعْطَى بِي ثُمَّ غَدَرَ وَرَجُلٌ بَاعَ حَُرًافَأَكَلَ ثَمَنَهُ وَرَجُلٌ اسْتَأ جَرَ أَ جِيرًا فَسْتَوْ فَىمِنْهُ وَلَمْ يُعْطِ أَجْرَهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Ada tiga orang yang kelak menjadi musuh-Ku di hari akhirat.

Mereka yang bersumpah untuk setia kepada-Ku, tetapi mereka melanggarnya,

mereka yang memperjual-belikan manusia merdeka lalu memakan hasilnya,

dan mereka yang mempekerjakan buruh dan menerima keuntungan darinya, tetapi dia tidak memberinya upah yang semestinya,” (Hadits Riwayat Imam Bukhori dan Imam Ahmad).

Cara Islam Dalam Menghapus Perbudakan

Pada zaman Nabi Ibrahim ‘Alaihis sallam, sudah terjadi human trafficking yang dikenal dengan istilah perbudakan.

Hal ini ditunjukkan oleh kisah Sarah yang memberikan jariyahnya (budak wanitanya) yaitu Hajar kepada Nabi Ibrahim ‘Alaihis sallam untuk dinikahi.

Demikian pula pada zaman Ya’qub ‘Alaihis sallam, orang merdeka di masa itu bisa menjadi budak dalam kasus pencurian, yaitu si pencuri diserahkan kepada orang yang ia ambil hartanya untuk dijadikan budak.

Pada masa Nabi Muhammad Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam penghapusan human trafficking mulai dilakukan dengan cara bertahap. yaitu,

Pertama, diawali dengan cara menganjurkan umat Islam untuk membebaskan budak-budak yang beragama Islam,

Kedua, membebaskan budak dengan cara, menjadikan salah satu bentuk pembayaran kifarat atas pelanggaran syariat.

Seorang muslim yang melakukan pelanggaran syariat-syariat tertentu wajib melakukan pembayaran kifarat, dengan membebaskan budak Muslim. Begitulah sebagaimana dikutip dari berbagai sumber.

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here