Fakta: 12 Rabiul Awal 11 Hijriyah, Wafatnya Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam

“Hari senin adalah hari dimana aku dilahirkan dan pertama kali aku mendapat wahyu,” (Hadits Riwayat Muslim).

50
12 Rabiul Awal
Fakta bahwa lahirnya Nabi Muhammad adalah 9 Rabiul Awal, (52 tahun sebelum hijriyah). (foto: edited from google.com)

Kitakini.news – Diduga, Maulid (Kelahiran) Nabi Muhammad, ternyata sama dengan tanggal wafatnya Beliau Shollallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu 12 Rabiul Awal.

Tidak ada perselisihan di kalangan ulama terkait tanggal wafatnya Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu tanggal 12 Rabiul Awal, tahun 11 Hijriyah.

Namun dalam menetapkan kapan tanggal lahirnya Nabi Muhammad ?, ternyata terjadi perselisihan di kalangan ulama.

2 Penyebab Perbedaan Pendapat Terkait Tanggal Kelahiran Nabi Muhammad

Perbedaan pendapat terkait penetapan tanggal lahirnya Nabi Muhammad, wajar-wajar saja terjadi, karena dua alasan,

Pertama, belum ada perhitungan kalender.

Di masa itu, belum ada petunjuk waktu bilangan hari, dan bulan yang dirumuskan berdasar perhitungan Qomariyah (Hijriyah).

Yang ada adalah petunjuk kejadian-kejadian besar sebagai pengingat masa. Seperti penyebutan Tahun Gajah yang merupakan tahun dimana Nabi Muhammad lahir, karena di masa itu terjadi peristiwa penyerbuan ka’bah oleh tentara bergajah yang dipimpin Raja Abrahah.

Saat itu Ka’bah memang menjadi sasaran penghancuran tentara Raja Abrahah dari Yaman. Tahun Gajah terjadi pada tahun 571 Masehi, yang juga bertepatan dengan tahun kelahiran Nabi Muhammad. Karena itulah tahun kelahiran Nabi Muhammad disebut dengan Tahun Gajah.

Kedua, berdasar petunjuk hadits menyebutkan hari Senin, tanpa tanggal.

Bahwa Nabi Shollallahu ‘alahi wa sallam pernah ditanya tentang puasa hari senin. Kemudian beliau menjawab,

“Hari senin adalah hari dimana aku dilahirkan dan pertama kali aku mendapat wahyu,” (Hadits Riwayat Muslim).

Akan tetapi para ahli sejarah berbeda pendapat tentang tanggal berapa Nabi Shollallahu ‘alahi wa sallam dilahirkan.

Di antara pendapat yang disampaikan adalah, Hari senin Rabi’ul Awal (tanpa ditentukan tanggalnya), tanggal 2 Rabi’ul Awal, tanggal 8, 10, 12, 17 Rabiul Awal, dan 8 hari sebelum habisnya bulan Rabi’ul Awal.

Pendapat yang Dianggap Lebih Kuat, Terkait Tanggal Lahirnya Nabi Muhammad

Dilansir dari konsultasisyariah.com (24/11/2019). Berdasarkan penelitian Ulama ahli sejarah, Muhammad Sulaiman Al-Mansurfury dan ahli astronomi Mahmud Basya, Menyimpulkan bahwa,

“Hari senin pagi yang bertepatan dengan permulaan tahun dari peristiwa penyerangan pasukan gajah dan 40 tahun setelah kekuasaan Kisra Anusyirwan, atau bertepatan di antara tanggal 20 sampai 22 april tahun 571.

Maka hari senin itu bertepatan dengan tanggal 9 Rabi’ul Awal (+ 52 Tahun Sebelum Hijriyah),” (ar-Rahiqum al-Makhtum, al-Mubarakfuri).

Sebagai catatan penting, bahwa kenyataan ini menunjukkan bahwa para Ulama di masa itu tidak banyak memberikan perhatian terhadap tanggal kelahiran Nabi Shollallahu ‘alahi wa sallam.

Karena penentuan kapan beliau dilahirkan sama sekali tidak terkait dengan hukum syari’at.

Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam, dilahirkan tidak langsung menjadi Nabi, dan belum ada wahyu yang turun di saat beliau dilahirkan. Beliau baru diutus sebagai seorang nabi di usia 40 tahun lebih 6 bulan.

Hal ini berbeda dengan hari wafatnya Nabi Shollallahu ‘alahi wa sallam, seolah ada kesepakatan para Ulama bahwa hari wafatnya beliau adalah tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H. Karena wafatnya beliau berhubungan dengan hukum syari’at.

Wafatnya beliau merupakan batas berakhirnya wahyu Allah yang turun. Sehingga tidak ada lagi hukum baru yang muncul setelah wafatnya Nabi Muhammad Shollallahu ‘alahi wa sallam.

Wallahu a’lam.

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here