Angin Puting Beliung di Rokan Hilir, Sejumlah Rumah dan Pasar Tradisional Rusak Parah

51
angin puting beliung di rokan hilir
Sejumlah aparat dan warga menginventarisir bangunan yang rusak akibat angin puting beliung yang terjadi Kamis malam (7/11/2019). (foto ; kitakini.news/ferry anthony)

Kitakini.news – Angin puting beliung melanda Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Kamis (7/11/2019) malam. Akibatnya, sejumlah rumah warga dan sebuah pasar tradisional di kawasan itu rusak parah.

Peristiwa bencana angin puting beliung ini dibenarkan Kapolsek Pujud, Iptu Amru Abdullah SIK saat dihubungi Kitakini News, Jumat (08/11/19) pagi.

Iptu Amru Abdullah menjelaskan, laporan sementara akibat dampak angin puting beliung itu menghancurkan sebuah pasar tradisional Pekan Raya, tujuh unit rumah warga dan satu musala.

“Ya benar, telah terjadi peristiwa angin yang sangat kencang melanda Dusun Lapangan C Desa Tanjung Medan Barat Kecamatan Tanjung Medan. Akibatnya, sebuah pasar tradisional dan tujuh rumah warga beserta satu mushola hancur,” ujar Kapolsek Pujud.

Iptu Amru Abdullah menambahkan meski tak ada korban jiwa, namun kerugian material akibat angin puting beliung di Rokan Hilir itu diperkirakan ratusan juta Rupiah.

“Korban jiwa tidak ada. Kerugian akibat angin puting beliung itu sekitar ratusan juta,” paparnya.

Baca Juga : Kantor LBH Medan Dilempar Bom Molotov, Polisi Belum Ungkap Pelakunya

Angin Puting Beliung di Rokan Hilir, Kapolsek Pujud Imbau Warga Waspada

Iptu Amru Abdullah pun mengimbau agar warga tetap waspada dan berhati-hati saat musim hujan yang disertai angin kencang.

“Kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama dalam menghadapi bencana alam, seperti yang terjadi tadi malam,” ujarnya.

Saat ini sejumlah aparat dan warga masih menginventarisir kebutuhan yang diperlukan warga yang terkena dampak angin puting beliung tersebut.

Angin Puting Beliung Hancurkan 7 Rumah Warga di Riau

Kontributor : Ferry Anthony
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here