Cuaca di Riau Hari Ini, Berpotensi Hujan Lebat Sejak Malam Hari

Cuaca di Riau Jumat 8 November diprediksi terjadi hujan lebat malam hari hingga esok paginya.

144
cuaca di riau
Ilustrasi cuaca buruk. (Foto : kumparan.com)

Kitakini.news – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan, cuaca sebagian besar kawasan di Riau mulai Jumat (8/11/2019) malam berpotensi diguyur hujan lebat.

Perkiraan itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki, kepada Kitakini News Jumat (8/11/2019) pagi.

Dikatakan Marzuki, tak hanya malam hari, hujan akan terus berlanjut hingga dini hari. Peringatan dini, masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Hal itu diperkirakan terjadi di sebagian wilayah di provinsi Riau.

“Malam hari potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, Kepulauan Meranti, Kabupaten Pelalawan dan juga Kabupaten Indragiri Hulu,” ujarnya.

cuaca di riau
Kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru. (Foto : Ferry Anthony)

Suhu udara Riau berada di angka 23.0 hingga 34.0 derajat celcius dengan kelembapan udara 65-98 persen. Sementara arah angin berhembus ke arah Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Info tinggi gelombang untuk perairan di Provinsi Riau pada umumnya berkisar antara 0.2 hingga 1.0 meter.

Baca Juga : Potensi Cuaca Buruk di Sumatera Utara, Masyarakat Diimbau Siaga

Karhutla di Riau Diprediksi Lebih Dahsyat Karena Cuaca di Riau 2020 Lebih Panas

Sementara itu, dilansir dari Gatra, potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau pada 2020 mendatang diperkirakan lebih dahsyat dari 2019.

Hal itu disampaikan Deputi Perencanaan dan Kerjasama Badan Restorasi Gambut (BRG), Budi Wardana. Dia mengatakan, hal tersebut terjadi karena diperkirakan cuca Riau 2020 lebih panas. Dibandingkan tahun ini.

“Riau ini kan cuacanya unik. Musim kemaraunya ada di permulaan tahun dan akhir tahun. Nah, itu mulai Februari nanti itu masuk tahap pertama musim kemarau. Jadi harus diantisipasi untuk tahun depan,” ucapnya di sela acara diskusi di Pekanbaru, Rabu (6/11/2019) lalu.

Budi menambahkan, upaya pencegahan bisa dilakukan dengan melakukan patrol di area yang punya rekam jejak terjadinya Karhutla.

Budi mengatakan, BRG bakal memusatkan wilayah sejenis itu sebagai tempat retweeting.

Baca Juga : Angin Puting Beliung di Rokan Hilir, Sejumlah Rumah dan Pasar Tradisional Rusak Parah

“Patroli ditingkatkan di wilayah-wilayah yang punya rekam jejak terjadinya Karhutla. Pun begitu, BRG bakal memperhatikan wilayah-wilayah yang masyarakatnya belum memperoleh kegiatan revitalisasi,” ungkapnya.

Kontributor : Ferry Anthony
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here