Ini Peran 8 Tersangka Pembunuhan Sadis 2 Pria di Labuhanbatu

Delapan tersangka pelaku pembunuhan terhadap dua pria berprofesi wartawan mingguan di Labuhanbatu yang tiga di antaranya masih buron memiliki peran berbeda dalam menghabisi tersangka.

134
pembunuhan wartawan di labuhanbatu
Lima tersangka yang terlibat pada pembunuhan wartawan di Labuhanbatu. (Foto

Kitakini.news – Dari delapan tersangka kasus pembunuhan terhadap dua pria yang diketahui merupakan wartawan mingguan di Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu, lima tersangka di antaranya berhasil ditangkap. Pada pembunuhan di kebun sawit sekitar perkebunan KSU Amelia Dusun VI Sei Siali itu, ke-delapan tersangka memiliki peran berbeda.

Untuk diketahui, lima pelaku yang sudah diamankan adalah DS, JH, WP alias H, serta dua pelaku yang diringkus lebih dulu VS (49) dan SH (50), yang merupakan petugas keamanan perkebunan.

Tersangka JH (42) merupakan humas kebun Kelapa Sawit KSU warga Pajak Nagor Dusun 5 Perdagangan Kabupaten Silamungun. Dia diduga menjadi otak pelaku yang merencanakan pembunuhan di rumah tersangka JH bersama ketiga tersangka yang masih buron, JS, R dan HS.

Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djajadi saat rilis kasus, memaparkan peran delapan tersangka kasus pembunuhan di labuhanbatu itu.

“Mereka (lima tersangka) awalnya menerima instruksi dari WP alias H, pemilik PT Amalia. Dalam instruksi itu, WP alias H menyuruh untuk mengusir grup korban jika datang ke perkebunan. Bahkan kalau melawan segera dihabisi,” ujar Kombes Pol Andi Rian Djajadi, Jumat (8/11/2019) siang.

Otak pelaku, kata Andi Rian, kemudian merekrut dan mengarahkan eksekutor DS alias N, JS, R dan HS untuk menjaga kebun dari para penggarap. Jika ada yang melawan dan tidak mau diusir, untuk segera dibunuh, terutama terhadap Maraden Sianipar.

Baca Juga : Pembunuhan Dua Pria di Kebun Sawit Labuhanbatu Diupah Rp 40 Juta

JH lalu memberikan dana operasional sebesar Rp 1.500.000 kepada DS alias N untuk berangkat dari Perdagangan-Siantar ke Berombang. Setelah melakukan pembunuhan, otak pelaku menerima kiriman uang dari Wati, Bendahara PT Amalia sebesar Rp 40.000.000.

“Uang itu dibagikan kepada JS sebesar Rp 7 juta, DS alias N sebesar Rp 17 juta. HS mendapat bagian Rp 9 juta, sementara tersangka JH mendapat bagian Rp 7 juta,” ungkap Andi Rian.

Ini Kronologi Pembunuhan 2 Pria di Labuhanbatu

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka VS yang merupakan sekuriti perkebunan bertugas memukul Maraden Sianipar. Pemukulan dilakukan menggunakan kayu bulat panjang sekitar satu meter yang didapatkan tersangka dari sekitar lokasi kejadian. Selain itu, dia juga menarik korban dan memasukkan korban ke dalam parit bekoan. Hal itu dilakukan bersama tersangka SH.

“Keduanya kemudian mempersiapkan alat-alat berupa klewang dan parang di rumah SH. Mereka lalu menggunakan sepeda motor Honda Supra membuang jasad korban ke dalam parit,” ungkap Andi Rian.

Untuk tersangka DS alias N (40), dia berperan menerima perintah untuk menghabisi grup Maraden Sianipar dari JH. Kemudian DS merekrut tersangka R melakukan pembunuhan itu.

DS juga turut membacok kepala korban sebanyak dua kali dan membacok telapak tangan sebelah kiri korban satu kali. Dia juga mencekik leher korban Martua P Siregar. Dia kemudian mendapat bagian Rp 10 juta dan memberikan uang operasional kepada tersangka R sebesar Rp 7 juta.

Tersangka WP alias H (40) sendiri merupakan menantu pemilik kebun kelapa sawit. Dalam keterangannya kepada polisi, dia selalu membantah terlibat dalam pembunuhan berencana tersebut.

Untuk tersangka yang masih masuk daftar pencarian orang (DPO), JS berperan mengejar Martua P Siregar dan menikamnya di bagian perut dengan parang. Dia kemudian mengangkat dan membuang kedua mayat, lalu mendapat upah Rp 7 juta.

Kemudian tersangka R (20) menusuk perut Maraden Sianipar sebanyak 4 kali, membacok punggung korban 3 kali, menusuk bokong Maraden Sianipar, menusuk perut dan membacok punggung korban Martua P Siregar. Dalam menjalankan aksinya, dia mendapat bagian Rp 7 juta.

“Sama halnya dengan R, satu tersangka yang masih diburon atas nama HS (38) bertugas membacok korban sampai meninggal dunia dan mendapat bagian Rp 9 juta,” pungkas Andi Rian.

Baca Juga : Tiga Peristiwa Wartawan yang Ditemukan Tewas di Indonesia

Kapolda Himbau Tiga Pelaku yang Buron Menyerahkan Diri

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto kemudian mengultimatum dan mengimbau tersangka DPO kasus pembunuhan berencaan tersebut menyerahkan diri.

“Imbauan kita melalui rekan-rekan media, kepada tiga pelaku yang masih DPO (daftar pencarian orang) untuk segera menyerahkan diri,” ujar Agus, Jumat (8/11/2019).

Jenderal bintang dua itu meminta pihak keluarga pelaku untuk koperatif, apabila mengetahui keberadaan pelaku agar berkoordinasi kepada pihak kepolisian. Apabila ketiga pelaku tidak kooperatif, Agus menegaskan pihaknya tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas kepada para pelaku.

Baca Juga : Siswa SMP Dipukuli Teman Sekelas di Pekanbaru, Hidungnya Patah

“Mudah-mudahan, didengar oleh mereka, dengan bantuan keluarga untuk menyerahkan para pelaku ini. Semua pelaku, mulai dari otak pelaku yang melakukan eksekutor, bisa kita ajukan untuk mempertanggungjawabkan apa yang mereka lakukan supaya perkara ini bisa dituntaskan. Kita kasih tempo satu minggu,” pesan Agus.

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here