Ironis! Tak Kuat Hadapi Kesulitan Ekonomi, Warga pasar 7 Patumbak Ini Pilih Akhiri Hidup

Bunuh diri menjadi salah satu jalan pintas yang dilakukan orang untuk keluar dari permasalahan. Padahal, hal itu justru membuat masalah baru terutama bagi keluarga yang ditinggalkan.

103
warga patumbak gantung diri
Ilustrasi bunuh diri dengan cara menjerat leher dengan tali atau gantung diri. Foto : Kompas.com

Kitakini.news – Diduga stres karena kesulitan ekonomi, Rahmad Wijaya Syahputra (38) nekat menghabisi nyawanya, Jumat (18/1/2019) dini hari. Warga Pasar 7 Dusun VI, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang itu mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dalam kamarnya.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Budiman Simanjuntak mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Sugiah (38). Saat itu, sekitar pukul 03.30 WIB, Sugiah yang hendak masuk ke dalam kamar terkejut melihat suaminya telah tewas dalam keadaan tergantung dengan tali rafia.

“Korban ditemukan tewas tergantung dengan menggunakan tali rafia berwarna biru. Tahunya sekitar pukul 03.30 WIB, saat istrinya hendak masuk ke dalam kamar,” ujar Budiman.

Melihat itu, secara spontan Sugiah pun berteriak, lalu membangunkan anggota keluarga lainnya. Kemudian dia meminta kakaknya Suriono dan kakak korban, Siti Nurainun (kakak korban) untuk melepaskan tali yang digunakan korban menghabisi nyawanya. Selanjutnya, jasad korban dibaringkan di ruang tamu rumah.

Baca Juga : Residivis Pembobol Rumah Kosong di Brayan Diringkus.

“Setelah jasad korban diturunkan dari jeratan tali, personel mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” ungkap Budiman.

Sebelum Gantung Diri, Rahmad Tulis Pesan di Secarik Kertas

Budiman menyebut, dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, kuat dugaan warga Patumbak itu murni tewas karena gantung diri. Hal itu didapatkan berdasarkan keterangan para saksi, bahwa korban memang tengah dihimpit persoalan ekonomi.

Selain itu, korban juga menuliskan pesan terakhir kepada istri dan anaknya pada secarik kertas. “Diperkuat lagi dengan adanya secarik kertas yang dituliskan korban untuk anak dan istrinya. Pesan dalam kertas tersebut ditulis korban dengan tangan, diduga sesaat ia memutuskan untuk mengakhiri nyawanya,” beber Budiman.

Untuk diketahui, sebelum gantung diri, pesan yang disampaikan warga Pasar 7 Patumbak tersebut cukup ironis. Mengaku sayang kepada istri dan anaknya, namun dia mengatakan tidak ada jalan lain baginya menyelesaikan permasalahan ekonomi yang menghimpit keluarganya. “Aku sayang kalian istri dan anak ku. Tapi aku minta maaf, karena tidak bisa membahagiakan kalian. Sebab sudah tidak ada jalan lain“, ujar Budiman membacakan tulisan di secarik kertas tersebut.

Dalam Islam, Bunuh Diri Merupakan Dosa Besar

Allah SWT melarang perbuatan bunuh diri. “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An Nisa: 29-30).

Bahkan, salah satu sabda Rasulullah SAW menyebutkan, pelaku bunuh diri diharamkan masuk surga.Dahulu ada seorang lelaki yang terluka, ia putus asa lalu mengambil sebilah pisau dan memotong tangannya. Darahnya terus mengalir hingga ia mati. Allah Ta’ala berfirman: ”Hambaku mendahuluiku dengan dirinya, maka aku haramkan baginya surga”(HR. Bukhari no. 3463, Muslim no. 113)

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Khairul Umam

PESAN TOKOH

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here