Banjir Rendam 1.200 Rumah Warga Medan Sepanjang Januari 2019

Ini umumnya dialami warga yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS), seperti di Kelurahan Sei Mati, Kelurahan Aur, Kelurahan Beringin, Kelurahan Gedung Johor dan Kelurahan Padang Bulan.

53
banjir di kota medan
Banjir luapan Sungai Deli rendam 1.200 rumah warga (foto: Tribunnews)

Kitakini.news – Persoalan banjir masih menjadi masalah pelik di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan. Penanganannya pun juga harus dilakukan bersama-sama dengan melibatkan pemangku kebijakan dari pemerintah kabupaten/kota. Tercatat, banjir telah merendam 1.200 rumah warga di Kota Medan sepanjang bulan Januari 2019 lalu.

Hal ini berdasarkan data yang diterima dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Medan. Ini umumnya dialami warga yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS), seperti di Kelurahan Sei Mati, Kelurahan Aur, Kelurahan Beringin, Kelurahan Gedung Johor dan Kelurahan Padang Bulan.

“Banjir ini merupakan luapan sungai dan kiriman dari Berastagi. Karena tinggi di pegunungan, makanya meluap, selalu hujan deras di Tanah Karo dan meluapnya Sungai Deli dan Babura,” ujar Manager Pusdalops BPBD Kota Medan, Muhammad Yunus melalui Operator Pusdalops, Beni Siregar, Jumat (1/2/2019).

Beni memaparkan, di Kelurahan Sei Mati dan Aur, Kecamatan Maimoon, sebanyak 700-an rumah terdampak banjir dengan 1.000 lebih jiwa.

“Di Kelurahan Gedung Johor sekitar 100 lebih unit rumah atau sekitar 300 jiwa,” bebernya.

Sementara, di Kelurahan Beringin sebanyak 200-300 rumah terdampak banjir. Sedangkan di Padang Bulan sekitar 100 rumah atau sekitar 200 jiwa.

“Kalau untuk data banjir, memang Aur dan Sei Mati yang paling banyak, kalau Beringin, sekitar 300-400 jiwa. Kalau luapan malam naik, pagi surut. Sekitar jam 12 malam ini terjadi jam 10 pagi sudah surut,” terangnya.

Baca Juga : Wagubsu Siap Diperiksa Polda Sumut Terkait Kasus Adik Kandungnya, Dodi Shah

Dia menerangkan, luapan terparah akan terjadi pada Juli dan Oktober. Sebab, di bulan ini biasanya terjadi banjir rob di Belawan, hujan di Medan dan banjir kiriman dari pegunungan.

Menurut dia, DAS merupakan jalur hijau. Untuk itu, dirinya mengajak warga untuk bersih-bersih lingkungan dan jangan membuang sampah. Sedangkan untuk pemerintah, dia meminta dilakukannya pendalaman sungai. Sebab, umumnya sungai sudah terjadi pendangkalan.

Gubsu Sampaikan Penanganan Banjir di Kota Medan

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi pada tahun 2018 lalu menyampaikan bahwa penanganan banjir yang menimpa masyarakat di beberapa tempat di Sumut akan dimulai dengan eksplorasi sungai dari hulu ke hilir.

“Tentu ini harus diselesaikan, karena selama ini tidak diatasi, ini akan banjir terus. Kita mau tahu bagaimana kondisi sungai di Medan, Deli Serdang sampai Karo. Kita akan panggil kepala daerah,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi saat berdiskusi di pinggir Sungai Babura, Kelurahan Beringin, Medan Selayang waktu itu.

Reporter : Khairudin Arafat
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here