Tak Terima Ditegur, Seorang Guru Madrasah di Medan Dianiaya Pemilik Anjing Hingga Pelipisnya Berdarah

Seorang guru madrasah bernama Nursarianto dianiaya hingga luka pelipisinya oleh pemilik anjing hanya karena tidak terima ditegur untuk tidak melepaskan anjingnya di jalanan.

1259
nursarianto dianiaya
Nursarianto, guru madrasah yang dianiaya.

Kitakini.news – Nursarianto, guru madrasah di Medan dianiaya seorang warga keturunan Tionghoa yang tidak terima korban menegurnya untuk tidak membiarkan anjing peliharaannya berkeliaran di jalanan. Penganiayaan tersebut mengakibatkan pelipis kanan Nursarianto luka dan mengeluarkan darah.

Kejadian penganiayaan yang terjadi Kamis (7/2/2019) sore tersebut bermula ketika Nursarianto pulang ke rumahnya mengambil berkas untuk keperluan di madrasah tempat dia mengajar.

“Saya baru saja rapat dengan guru madrasah di Madrasah Muhammadiyah Jalan Mandailing Kecamatan Bantan Timur Medan karena akan melaksanakan Pekan Olah Raga Seni Diniyah,” ujarnya, Jumat (8/2/2019).

Saat bergegas ke rumahnya, Anto, sapaannya, melihat murid madrasah berlari karena dikejar seekor anjing. “Di tengah Jalan Mandailing, Saya lihat murid madrasah dikejar anjing milik warga keturunan Tionghoa itu. Lalu Saya turun untuk menegur dia (pemilik) agar jangan melepas anjing sembarangan. Lalu dia bilang, Anda siapanya? Saya jawab, Saya manusia yang gak tega ada anak madrasah dikejar anjing sampai ketakutan,” ucapnya.

Karena pertengkaran semakin memanas, selanjutnya Anto diminta untuk pergi dari tempat tersebut oleh beberapa pemuda. “Karena saran pemuda setempat Saya mesti pergi. Saya menghindar ke Jalan Mandala dan kereta (sepeda motor) Saya tertinggal. Maka Saya tunggu reda (suasana)”, katanya.

Ternyata, emosi si pemilik anjing masih tinggi. Dia kembali mendatangi Anto bersama seorang laki-laki yang diduga merupakan anaknya. “Perempuan itu malah datang bersama anaknya menyerang Saya. Saya dipukul hingga terjadi pendarahan di pelipis kanan,” tutur Nursarianto.

Baca Juga : Kompol Fahrizal Divonis Bebas Usai Bunuh Adik Iparnya, Ini Komentar Polri Watch

Karena pelipisnya luka, dia lalu bergegas untuk perawatan dan visum di RS Haji Medan. Usai divisum, korban selanjutnya mendatangi Mapolsek Percut Sei Tuan untuk membuat laporan.

Warga Medan yang Marah Guru Madrasah Dianiaya, Kepung Rumah Pelaku

Kemarahan sebagian warga Medan memuncak setelah guru madrasah tersebut mem-posting kondisinya pasca dianiaya di laman Facebook miliknya. Para warganet pun langsung merespons. Bahkan, banyak warga mengerumuni kediaman pelaku di Jalan Mandailing (Pukat 1) Kecamatan Medan Tembung.

Namun, rumah pelaku kosong karena pelaku ternyata sudah pergi dari kediamannya. Untuk menghindari aksi anarkis warga, aparat kepolisian melakukan penjagaan di sekitar rumah pelaku.

Reporter : Dewi Lubis
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here