Dari 4 Destinasi Wisata Super Prioritas, Danau Toba Dinilai Paling Siap

Danau Toba dinilai sebagai salah satu dari empat destinasi wisata super prioritas yang paling siap jika program itu dijalankan, karena akses menuju Danau Toba paling memadai dibandingkan dengan 3 destinasi wisata super prioritas lainnya.

112
Wisata Danau Toba
Wisata Danau Toba (foto : maritim.go.id)

kitakini.news – Danau Toba termasuk ke dalam salah satu dari empat destinasi wisata super prioritas selain Candi Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo. Dari keempat itu, Danau Toba Dinilai Paling Siap menjadi destinasi wisata super prioritas.

Untuk memaksimalkan penerapan destinasi wisata super prioritas itu, Wapres Jusuf Kalla bersama kementrian terkait melakukan rapat koordinasi pengembangan pariwisata, Rabu (13/02/2019).

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengungkapkan pemerintah telah menetapkan 10 destinasi wisata 10 Bali Baru.

“Sekarang fokus ke 10 Bali baru. Dari 10 bali baru itu, Pak Presiden menetapkan empat super prioritas. Nomor satu Danau Toba, dua Borobodur, tiga Mandalika, empat Labuan Bajo, Komodo,” papar Arief seperti dilansir Republika, Rabu (13/02/2019).

Selain menetapkan 4 destinasi wisata prioritas itu, rapat koordinasi itu juga membahas tentang potensi dan kendala di masing-masing destinasi wisata prioritas itu.

Arief Yahya mengungkapkan untuk Danau Toba, pihaknya tidak menemukan kendala berarti. Terlebih lagi, akses transportasi udara menuju Danau Toba, Sumatera Utara sudah sangat memadai. Di Sumatera Utara, saat ini telah tersedia bandara berstandar internasional, Kuala Namu International Airport (KNIA).

Bandara KNIA merupakan bandara pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan kereta api. Sehingga, memudahkan para pengguna jasa Bandara untuk mengakses tujuannya dari Bandara ke pusat kota.

Selain itu, terdapat juga Bandara Internasional Sisingamangaraja XII, dulunya bernama Bandara Silangit. Lokasinya di Tapanuli Utara, tidak jauh dari Danau Toba.

“Danau Toba tidak ada isu yang terlalu kritis disana. Bandara internasional sudah kita resmikan November 2017. Waktu itu, penerbangan 2017 naik 300 persen. Tahun ini masih naik 50 persen. Jadi oke, terutama untuk wisatawan nusantara,” papar Arief.

Untuk mendukung hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) sendiri telah membuat sejumlah kalender event, salah satunya Festival Danau Toba (FDT).

“FDT masuk 100 kalender event internasional. Diharapkan, FDT bisa masuk ke dalam 50 besar kalender event internasional,” papar Sekretaris Daerah Pemprov Sumut, Sabrina beberapa waktu lalu.

Beda Dengan Danau Toba, Borobudur Jauh Dari Bandara

Arief menambahkan lain halnya dengan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Arief mengungkapkan lokasi Bandara yang terdekat dengan Candi Borobudur adalah Adi Sucipto. Sayangnya, jaraknya sangat jauh dengan Candi Borobudur.

Baca Juga : Kenaikan Harga Tiket Pesawat Rugikan Hotel dan Restoran Hingga 40 Persen

Bahkan, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Candi Borobudur masih sangat minim dibandingkan dengan Angkot Wat di Kamboja.

“Borobudur kita kalah jauh dari Angkor wat. Kita hanya 250 ribu jumlah wismannya. Karena Pak Wapres baru dari Kamboja. Jadi beliau hafal sekali, 2,5 juta, 10 kali lipat,” papar Arief.

Sementara untuk destinasi di Mandalika, Pulau Lombok dan Labuhan Bajo, Pemerintah ingin meningkatkan infrasruktur untuk menarik wisawatan mancanegara di masing-masing destinasi tersebut.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here