Detoks Tubuh Usai Lebaran, Singkirkan Zat Berbahaya

Melansir berbagai sumber, Jumat (4/4/2024), detoks atau detoksifikasi adalah upaya membantu tubuh menyingkirkan zat berbahaya dan melindungi dari kerusakannya.
Baca Juga:
Adalah kenyataan konsumsi berlebihan makanan bersantan, berminyak, dan tinggi gula ini dapat membuat tubuh terasa lemas, berat badan naik, hingga menimbulkan gangguan pencernaan.
Pada dasarnya tubuh sudah membuang racun secara alami. Namun, beberapa makanan menyehatkan, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan kacang-kacangan, dapat mendukung proses ini.
Nah, biasanya, detoks ini melibatkan konsumsi makanan atau mengikuti diet tertentu.
Berikut tiga cara melakukan detoks:
1. Makan Makanan yang Bervariasi
Dokter spesialis penyakit dalam Cindy Geyer, mengatakan hal penting dari melakukan detoks yakni makan dengan bervariasi.
Misalnya, bukan hanya makan daun ketumbar, tapi juga peterseli. Bukan hanya brokoli dan blueberry, tapi kacang-kacangan dan wortel dan pisang dan lainnya.
Ketumbar, misalnya, telah terbukti mencegah penyerapan logam berat seperti merkuri, yang berarti diekskresikan alih-alih diproses oleh hati.
Sayuran seperti brokoli mengandung senyawa antioksidan yang tampaknya membantu hati dalam proses detoksifikasi.
2. Tingkatkan Asupan Serat
Menambahkan makanan berserat tinggi ke dalam proses detoks dapat membantu tetap kenyang lebih lama sehingga tidak terjebak untuk ngemil.
Selain itu juga membantu membersihkan usus dari masalah yang tersisa, dan membuat tubuh tetap teratur.
"Jika ada racun yang Anda telan secara tidak sengaja, serat dapat bertindak seperti sikat scrub untuk usus besar, mengikat racun dan membantu Anda mengeluarkannya daripada menyerapnya," kata Dr Geyer.
Serat memiliki peran penting dalam keseimbangan mikrobioma usus. Makanan berbasis tumbuhan mengandung prebiotik, yaitu jenis serat yang tidak dapat dicerna dan berfungsi sebagai sumber energi utama bagi bakteri baik di usus.
Mengonsumsi prebiotik dalam jumlah cukup membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang beragam dan sehat.
3. Kurangi Makanan Inflamasi
Meskipun makan dalam jumlah sedang, makanan tertentu memiliki sifat peradangan yang lebih tinggi yang dapat memperburuk perasaan kembung dan berat, serta memberi lebih banyak tekanan pada ginjal dan hati.
Salah satu yang harus dikurangi untuk menghindari hal ini adalah alkohol. Ini bisa menjadi racun dan dapat merusak sel-sel hati, menyebabkan peradangan, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu hindari makanan kemasan dengan konsentrasi tinggi karbohidrat olahan dan lemak tidak sehat, yang bisa meningkatkan peradangan dan dapat merusak hati dari waktu ke waktu, serta mencegahnya proses detoks secara efektif.

Awas Mengendara saat Mudik, Microsleep Mengintai

Berkah Ramadan, PGRI Kota Binjai Berbagi Paket Bahan Makanan

Mudik, Kemas Makanan untuk Sekali Makan

Metode Praktis Sahur, Hangatkan Makanan

Pantau Stok Makanan, Kapolres Padangsidimpuan Kunjungi Dapur Umum Korban Banjir
