Kode Perilaku Wartawan Kitakini

Dalam melakukan hubungan dengan narasumber, Wartawan Kitakini.news harus :
1. Wartawan Kitakini.news selalu menunjukkan Kartu Identitas Pers atau memperkenalkan diri kepada narasumber yang belum mengenalnya.
2. Hal ini mendapat pengecualian dalam liputan investigasi.
3. Wartawan Kitakini.news wajib berpakaian rapi dalam melakukan liputan.
4. Wartawan Kitakini.news dilarang melakukan intimidasi, mengancam, menghina, melecehkan narasumber sebelum, di saat dan sesudah wawancara. Hal ini tidak menghalangi wartawan Kitakini.news mengajukan pertanyaan yang kritis atau tajam.
5. Wartawan Kitakini.news dilarang menerima uang atau barang dalam melakukan liputan.
6. Berbagai bentuk pernyataan dan pengakuan yang diperoleh dari orang yang sedang berada dalam pengaruh dihipnotis dan atau keadaan mabuk dipengaruhi alkohol tidak dapat dijadikan sumber berita.

Dalam menjamin keprofesionalan dari Wartawan Kitakini, maka disusunlah Kode Perilaku Wartawan Kitakini yang sudah disepakati sebagai acuan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Wartawan Kitakini bertanggung jawab dan berbakti kepada masyarakat, rakyat, dan bangsanya. Wartawan Kitakini, dengan demikian, patut menghormati hak-hak asasi setiap orang. Wartawan Kitakini juga bertanggung jawab kepada profesi dan hati nuraninya sendiri. Oleh karena itu, Wartawan Kitakini wajib menjaga marwah, harkat, martabat, dan integritas profesi wartawan dengan sebaik-baiknya. Maka seluruh Wartawan Kitakini harus menjunjung tinggi konstitusi bangsa Indonesia, yaitu Undang-undang Dasar (UUD) 1945 sebagai norma tertinggi. Selain itu anggota Wartawan Kitakini wajib pula menaati UndangUndang Pers, dan tunduk terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Dalam menegakkan segala aturan dan menjalankan profesi kewartawanannya, diperlukan pedoman perilaku operasional yang jelas dan konkrit, sehingga tidak menimbulkan kebimbangan. Pedoman perilaku ini juga menjadi acuan dan panduan dalam menjalankan tugas profesi di lapangan, dan dengan demikian dapat diketahui mana yang perlu dihindari dan mana yang justru perlu dilakukan, disertai sanksi yang jelas.

Kode Perilaku Wartawan ini dibuat dengan asas;
1. Kejelasan pertanggungjawaban;
2. Ketaatan dan kepatuhan terhadap Undang-undang Dasar (UUD) 1945 serta peraturan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang masih berlaku dan Kode Etik Jurnalistik.
3. Keterbukaan bagi semua pihak;
4. Menghormati dan menjunjung tinggi demokrasi;
5. Mengutamakan kepentingan publik;
6. Penghormatan dan perlindungan terhadap anak;
7. Penegakan dan kepatuhan disiplin organisasi
8. Penghormatan dan perlindungan terhadap kemerdekaan pers;
9. Penghormatan dan perlindungan terhadap profesi wartawan;
10. Penghormatan dan perlindungan terhadap hak-hak pribadi;
11. Pelaksanaan kemerdekaan pers yang kompeten, professional, dan beretika.

Wartawan dilarang untuk melakukan hal-hal tercela sebagai berikut:
1. Melakukan perbuatan yang dapat merendahkan marwah, harkat, martabat dan integritas profesi wartawan;
2. Membuat dan menyebarkan berita bohong, hoax atau fitnah;
3. Menyalahgunakan tugas untuk kepentingan diri sendiri.
4. Melakukan tindakan kriminal berat seperti menghilangkan nyawa orang, memperkosa, penganiayaan berat, perampokan, penodongan, pembegalan, penipuan, pemerasan dan pelecehan seksual.
5. Memakai narkoba dan zat-zat adaptif atau psikotropika yang oleh perundang-undangan tidak diperbolehkan.
6. Menjadi teroris atau ikut sebagai bagian dari terorisme.
7. Melakukan tindakan yang bertentangan dengan konstitusi negara (UUD 1945);
8. Menerima dan atau melakukan sogok atau suap.
9. Merendahkan dan melecehkan suku, agama, ras dan golongan serta jender.

Sanksi terhadap pelanggaran Kode Perilaku Wartawan
1. Pemimpin Redaksi Kitakini memberikan sanksi kepada Wartawan Kitakini yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan, baik kewajiban maupun larangan, di
dalam Kode Perilaku Wartawan Kitakini.
2. Jenis sanksi untuk Kode Perilaku ialah:
a. Peringatan
b. Peringatan keras
c. Pemberhentian sementara (skorsing)
d. Pemberhentian tetap.
3. Jenis sanksi diberikan kepada Wartawan Kitakini yang melakukan pelanggaran tidak mengikuti Kode Perilaku Wartawan tergantung kepada tingkat kesalahan atau pelanggaran masing-masing hasil pemeriksaan setiap kasus.
4. Sanksi pemberhentian sementara (skorsing) selama-lamanya dua tahun.

Tertanda Direktur PT.KitaKini Media Perkasa (Ricky Prandana Nasution)