Polisi Tangkap Dua Pelaku Penggelapan Uang Kuliah Rp1,2 M di Padangsidimpuan

Menurut
Kapolres, NML mengaku ke MA sebagai Pegawai salah satu Bank milik Negara. Maka,
NML mengatakan ke MA, bagi yang mau membayar uang kuliah tanpa antrian atau
melalui admin UMTS, bisa menghubunginya. Maka, dicarilah Mahasiswa yang mau
membayar uang kuliah.
Baca Juga:
"Nanti
keuntungannya dari 10 persen setiap pembayaran, maka pembagiannya 65 persen
untuk NML dan 35 persen untuk MA," sebut Kapolres.
Kemudian, MA
mencari Mahasiswa yang ingin membayarkan uang kuliah via chat WhatsApp ke
teman-temannya di UMTS. Bahkan, MA menyebarkan brosur terkait hal ini yang
dibuatnya sendiri. Mengetahui info ini, sejumlah Mahasiswa membayar ke MA untuk
selanjutnya uangnya dibayarkan ke NML.
Lalu, MA
diberikan NML slip pembayaran berwarna merah dari salah satu Bank milik Negara.
Sedangkan slip pembayaran berwarna kuning diserahkan NML untuk Mahasiswa. Dan
yang menyetorkan uang pembayaran ke NML adalah MA, baik tunai maupun transfer
Bank. Sedangkan Mahasiswa, menyerahkan slip setoran pembayaran ke Bagian
Keuangan UMTS.
"Untuk
Mahasiswa yang membayarkan tagihan ke NML melalui MA ini, niatnya juga
berbeda-beda. Berdasarkan hasil penyidikan diketahui, Mahasiswa yang membayar
tagihan ini bisa untuk keperluan wisuda, perkuliahan, maupun praktek lapangan
yang nilainya berbeda-beda atau variatif," ucap Kapolres.
"Saat ini
yang terdata kan berdasarkan keterangan pihak UMTS ada 273 Mahasiswa yang telah
menyetorkan uang ke NML melalui MA. Kini kasus ini dalam proses penyidikan dan
pendalaman. Jika nanti ada yang terlibat, maka akan diproses sesuai dengan
hukum yang berlaku," tambahnya.
Terhadap kasus
ini, barang bukti yang berhasil diamankan yaitu, satu unit sepeda motor Vespa
sprint diduga hasil kejahatan NML. Lalu, 32 helai pakaian pria dan satu unit
Handphone. Kemudian, satu block faktur pembayaran salah satu Bank milik Negara
yang dibuat NML untuk meyakinkan Mahasiswa bahwa, uang yang mereka berikan
sudah dibayarkan.
"Selanjutnya,
satu unit personal computer (PC) warna hitam dan lainnya. Terhadap para terduga
pelaku, kami terapkan Pasal 378 dan Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun
pidana penjara," tegas Kapolres.
Pihaknya
mengimbau ke Mahasiswa, jika ada yang merasa terdampak atas kasus ini, silahkan
melapor ke Polres Padangsidimpuan untuk memberikan informasi ataupun bukti,
guna menguatkan atau menambah informasi terkait perkara yang sedang ditangani
Polres Padangsidimpuan.
Kepada
Mahasiswa, diimbau juga agar waspada ke depan dan memedomani apa yang menjadi
ketentuan maupun standar operasional prosedur (SOP) pembayaran tagihan ke
Kampus UMTS.
"Apabila
ada yang menawarkan janji-janji atau kemudahan pembayaran, maka cek terlebih
dahulu kebenarannya melalui Bagian Keuangan atau Bendahara UMTS," pungkas
Kapolres menutup.
Pembayaran
Tagihan Memakai Dua Cara
Sementara,
Rektor UMTS, Muhammad Darwis MPd, menjelaskan bahwa, sistem pembayaran di
Kampus yang ia pimpin tersebut, masih memakai dua cara. Pertama melalui invoice
ataupun tagihan dengan memakai virtual account. Dan yang kedua masih manual.
"Dan yang
ditengarai menjadi penyebab permasalahan ini adalah pembayaran manual,"
akunya.
Sesuai dengan
SOP, kata Darwis, Mahasiswa bisa melihat portal resmi UMTS terkait berapa
tagihan yang harus dibayarkannya. Setelah melihat tagihannya, otomatis
Mahasiswa sudah melihat invoice-nya. Jika Mahasiswa membayar melalui invoice,
maka menurutnya tidak ada masalah.
"Tapi
ketika tidak membayar melalui invoice maka tidak ter-online-kan dari Bank milik
Negara tersebut," jelas Darwis.

Alasan Beli Makan, Pelaku Gelapkan Sepeda Motor Mahasiswa di Padangsidimpuan

Polres Langkat Ungkap Kasus Penggelapan 14 Unit Mobil

Lakalantas Maut di Sihoringkoring, Polisi Sebut Telah Amankan Supir Truk

Pencurian di Batunadua Terekam Cctv, Tim Walet Polres Padangsidimuan Bekuk Pelaku

Penanganan Dugaan Korupis Pengelolaan Dana Desa Siloting 2023 Naik ke Penyidikan
