Heboh Teror Kepala Babi, Jurnalis Tempo Kasi Peringatan ke Pengirim Paket

Kitakini.news - Beberapa hari lalu kantor media Tempo menerima kiriman paket yang tujuannya atas nama Fransisca Christy Rosana, jurnalis di tempat itu pada Rabu (19/3/2025). Satpam yang menerimanya, dan baru dibuka pada keesokan harinya.
Baca Juga:
Fransisca atau sapaan akrabnya Cica, merupakan wartawan desk politik sekaligus juga host siniar, Bocor Alus Politik di Tempo. Bersama beberapa lainnya seperti Stefanus Pramono, Hussein Abri Dongoran dan lainnya.
Untuk soal paket, Hussein yang membuka pertama kali. Dan hasilnya setelah kotak kardus yang dilapisi stirofoam itu dibuka, tampaklah kepala babi dengan kondisi telinga yang terpotong. Yang kemudian mereka membawa paket berbabu busuk itu keluar gedung.
Namun dari paket teror kepala babi itu, justru kecaman dan peringatan muncul dari jurnalis Tempo saat mereka membuka sesi podcast Bocor Alus Politik, dimana Cica, Stefanus Pramono dan Hussein Abri yang menjadi pengisinya.
Podcast pun dimulai oleh Stefanus Pramono atau akrab dipanggil Pram, dimana ia menyebutkan bahwa mereka mendapat kiriman paket kepala babi pada hari Kamis, 20 Maret 2025. "Sebenarnya diterima hari Rabu, (19/3/2025). Tapi baru dibuka hari itu," ujar Pram menginformasikan penerimaan paket tersebut oleh mereka.
Pram pun kemudian memasang wajah serius mengarah ke kamera, seolah ingin berbicara memberikan peringatan kepada di pengirim paket yang belum diketahui pasti siapa pelakunya.
"Untuk yang ngasi babi, saya peringatkan anda," kata Pram dengan nada mengancam dan memasang tampang seram.
Namun setelah kata peringatkan ia lontarkan, tanpa disangka Pram melanjutkannya dengan kalimat seakan menyindir sang peneror. "Kenapa ngirimnya mentah?" katanya dilanjut Cica dengan kalimar "saya kecewa" dan disambung Pram lagi "harusnya matang," katanya.
Dan Cica pun mengatakan bahwa kuping dari kepala babi yang mereka terima itu sudah tidak ada, alias terpotong. Padahal menurut jurnalis perempuan ini, bagian itu adalah yang paling enak dari babi kalau sudah dimasak. Dan pernyataan itu ditujukan untuk menambah ejekan kepada pengirim paket.
Bahkan Hussein Abri juga ikut berkomentar. Ia mengaku sempat mengira paket tersebut berisi durian Musang King, mengingat ia juga sering mengunggah video tentang durian. Dan katanya, Cica pun menduga isi paket itu adalah buah mangga.
Selanjutnya, Pram kembali menjelaskan bahwa tetor seperti ini merupakan tindakan yang kesekian kalinya mereka terima. Namun pihaknya menegaskan, hal tersebut tidak membuat ia dan rekan-rekan jurnalis berhenti memberikan kritikan kepada kekuasaan.
"Dan kami akan terus hadir untuk pemirsa dan juga pembaca Tempo. Dan Tempo juga berterimakasih kepada teman-teman yang terus mengalirkan dukungannya," kata Pram.
Dilanjutkan penjelasan Cica, bahwa banyak yang kemudian menghubunginya via whatsapp dan media sosial, "semangat ya cica dan teman-teman di bocor alus," kata Cica.
Sebelum podcast episode tentang Revisi Undang-undang TNI yang tayang pada 22 Maret 2025 di akun Youtube itu dimulai, Cica pun sempat mengatakan bahwa ia dan teman-teman yang lain sudah sering mengucapkan terimakasih kepada Pak Jokowi.
"Tetapi kita kan sudah sering mengucapkan terimakasih kepada Pak Jokowi," katanya.
"Makasih atas apa? Kerusakan demokrasi atau apa?" tanya Pram.
"Terimakasih atas, karena adanya Pak Jokowi, masyarakat sipil jadi bersatu lagi," jawab Cica mengakhiri sesi pembukaan.
Namun tak sampai situ, Kantor redaksi Tempo kembali menerima kiriman menyeramkan lainnya berupa bangkai tikus yang dipenggal. Ini merupakan yang kedua kalinya dalam sepekan, setelah paket kepala babi.
Petugas kebersihan Tempo menemukan kardus berisi enam bangkai tikus pada Sabtu, 22 Maret 2025, pukul 08.00 WIB, di kompleks kantor Tempo di Jalan Palmerah Barat, Jakarta Selatan. Belum diketahui apakah dua kali teror yang dikirim ke kantor Tempo itu terkait dengan edisi terbaru tempo karena memuat berita yang cukup menarik dan membongkar beberapa persoalan terkait banjir dengan judul cover depan 'Bohir Perusak Puncak'.