Jumat, 04 April 2025

Ketua PSI Sumut Apresiasi Kinerja Pemprov Pulangkan Korban TPPO dari Myanmar

Riswandi - Senin, 24 Maret 2025 17:11 WIB
Ketua PSI Sumut Apresiasi Kinerja Pemprov Pulangkan Korban TPPO dari Myanmar
Teks foto : Ketua PSI Sumut, HM Nezar Djoeli. (Putra S)

Kitakini.news - Di penghujung Ramadan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memulangkan 141 orang korban Tindak Pidana Perdaganan Orang (TPPO) kembali ke keluarga masing-masing. Langkah ini mendapat apresiasi dari Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI), HM Nezar Djoeli.

Baca Juga:

Nezar mengapresiasi Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur, Bobby Afif Nasution-H Surya bersama pemerintah pusat yang mengambil terobosan dengan memulangkan ratusan orang tersebut.

"Ini merupakan wujud nyata kerja dari Pemprov Sumut membantu masyarakatnya yang menjadi sandera di negeri orang dan tidak bisa pulang," ujar Nezar, Senin (24/3/2025).

Dengan kepulangan ini katanya, tentu akan sangat berarti bagi masyarakat. Mengingat bagi yang beragama Islam, akan sangat terasa karena menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Sekali lagi kita patut mengapresiasi langkah Gubernur, Pak Bobby Nasution, Wakil Gubernur H Surya dan Sekdaprov Effendy Pohan. Tentu ini adalah sebuah terobosan yang sangat baik," sebutnya.

Sebagaimana diketahui, seluruh korban TPPO Myanmar ini diterbangkan dari Myanmar ke Jakarta dari tanggal 18-19 Maret, kemudian di serahkan kepada pemerintah daerah masing. Dari 141 orang warga Sumut, 106 orang pulang secara mandiri, sedangkan 34 orang difasilitasi Pemprov Sumut.

"Mereka TPPO sektor online scam, 120 laki-laki, 21 perempuan, saat ini yang tiba di Bandara Internasional Kualanmu 33 orang, sisanya pulang secara mandiri dan satu orang besok pulang menggunakan bus yang kita fasilitasi," kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Muhammad Armand Effendy Pohan di Bandara Internasional Kualanamu, Sabtu (22/3/2025).

Effendy Pohan berharap, kejadian seperti ini tidak terulang lembali. Dia berpesan agar anak-anak muda tidak mudah dirayu dengan gaji besar bekerja di luar negeri dengan cara yang illegal.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru