Panic! At the Disco Bubar, Tur Manchester Maret Mendatang jadi Perpisahan

$rows[judul] Keterangan Gambar : PanicPanic! At the Disco. (Foto: allaboutmusic.pl)

Kitakini.news - Vokalis Panic! At the Disco, Brendan Urie, mengumumkan akan segera membubarkan band asal Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat (AS) tersebut. Tur di Manchester, Inggris, 10 Maret mendatang yang menjadi bagian rangkaian Tur Eropa Viva Las Vengeance Tour akan menjadi yang terakhir sekaligus perpisahan band yang berkarir selama 20 tahun itu.

Brendan Urie menjelaskan, alasan pembubaran band tersebut didasari keinginannya untuk memfokuskan perhatian kepada keluarganya.

"Saya akan mengakhiri bagian hidup saya yang ini dan memusatkan perhatian serta energi pada keluarga, tidak akan ada lagi bagi Panic! at the Disco," tulisnya di media sosialnya.

Keputusannya mengakhiri karir di band tersebut lantaran anak pertamanya segera lahir dari istrinya Sarah Orzechowski.

"Sarah dan saya akan segera kehadiran seorang bayi! Prospek menjadi ayah dan menyaksikan istri saya menjadi ibu adalah hal yang sangat dinantikan. Aku menantikan petualangan baru selanjutnya," ucapnya lagi.

Brendan juga mengapresiasi penggemarnya dan berterima kasih telah memberikan dukungan pada Panic! at the Disco sejak pertama kali menjejakkan kaki di belantika musik.

"Terima kasih atas dukungan kalian yang luar biasa selama bertahun-tahun. Saya duduk di sini mencoba menemukan cara sempurna untuk mengatakan ini dan saya benar-benar tidak dapat mengungkapkan dengan kata-kata betapa berartinya hal itu bagi kami," ucapnya lagi.

Dia mengajak fans Panic! at the Disco untuk menyaksikan konser band tersebut untuk terakhir kalinya pada Viva Las Vengeance Tour.

"Saya menantikan untukelihat semua orang di Eropa dan Inggris untuk terakhir kalinya berjalan bersama. Saya mencintaimu. Saya menghargai kalian. Terima kasih telah ada selama ini," demikian penutup pernyataannya itu.

Bersama teman kecilnya, Ryan Ross, Spencer Smith, dan Brent Wilson, Brendan Urie membentuk Panic! at the Disco pada tahun 2004 lalu. Karya perdana band tersebut tertuang dalam album studio bertajuk A Fever You Can't Sweat Out, setahun kemudian (2005) dan mendapat sertifikasi triple platinum di Amerika.

2022 lalu menjadi masa pamungkas band tersebut dengan meliris album berjudulViva Las Vengeance. Album terakhir itu mendapat kritik positif dan pujian dari para kritikus musik.

Redaksi

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)